Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Massa Datangi Kantor DPD PDI-P Bali, Protes Pencoretan Bacaleg

Kompas.com - 16/08/2023, 13:58 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Krisiandi

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Massa mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bali, Jalan Banteng, Renon, Denpasar, Bali, pada Rabu (16/8/2023).

Mereka memprotes dugaan pencoretan salah satu bakal calon legislatif (bacaleg) Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Tabanan, Bali dari daftar calon sementara (DCS) Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Dewa Putu Alit Arta, selaku kordinator aksi, mengeklaim sebanyak 2.795 warga Desa Adat dari Kecamatan Kediri, Tabanan, yang ikut dalam aksi ini.

Baca juga: 121 Bacaleg Kabupaten Blitar Masih Belum Penuhi Syarat Administrasi meski Ada Masa Perbaikan

Mereka mendatangi Kantor DPD PDI-P Bali setelah mendapat informasi bahwa nama I Nyoman Mulyadi, selaku bacaleg DPRD Bali tidak muncul dalam DCS Pileg 2024.

"Itu kan informasi yang kami dapat (Mulyadi dicoret dari bakal calon legislatif DPRD Bali). Benar atau tidak, kami kan jaga-jaga, antisipasi (mendatangi kantor PDI-P)," kata kepada wartawan di lokasi, Rabu.

Ia menjelaskan I Nyoman Mulyadi sudah memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kediri dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Tabanan mengusulkan nama I Nyoman Mulyadi masuk dalam bacaleg dengan nomor urut 5.

Baca juga: 161 Bacaleg DPRD DIY Tak Memenuhi Syarat, Dokumennya Dinilai Tidak Valid

Usulan tersebut kemudian diterima oleh DPD PDI-P Bali. Namun, nama Mulyadi diduga tidak direkomendasikan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI-P sehingga tidak muncul dalam DCS.

"Kami yang jelas apa yang diusulkan masyarakat melalui mekanisme dan sistematis dari paling bawah, ketika belum muncul dalam DCS kami hanya menanyakan dan menyampaikan aspirasi kenapa tidak muncul," kata dia.


Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Bali I Gusti Jaya Negara mengaku tidak mengetahui terkait pencoretan Mulyadi dari Bacaleg DPRD Bali dengan alasan keputusan tersebut wewenang DPP PDI-P.

Selain itu, PDI-P baru akan mengumumkan DCS Bacaleg pada Kamis, (17/8/2023) besok.

"Hari ini saya didatangi keluarga besar saya tokoh-tokoh partai dari Kabupaten tabanan. Sebenarnya beliau hanya menanyakan salah satu tokoh dari kediri yang namanya Mulyadi, beliau selaku PAC menurut beliau tidak ada di DCS," kata dia.

Baca juga: Banser Geruduk Kantor DPD PKS Jember, Protes Baliho Bacaleg Pakai Logo NU

"DCS kan baru keluar besok untuk itulah pada kesempatan ini kan akan menerima aspirasi tersebut akan kami rapatkan nanti di tindak lanjuti di rapat DPD," sambungnya.

Pantauan Kompas.com, masa aksi mulai memadati dengan membentangkan sejumlah spanduk di Jalan Raya Cok Agung Tresna, Denpasar sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka kemudian masuk ke Jalan Banteng menuju Kantor DPD PDI-P Bali diiringi musik Baleganjur.

Kemudian, para maksa aksi membubarkan diri sekitar pukul 11.30 Wita setelah beberapa tokoh warga menyerahkan beberapa poin tuntutan ke pengurus DPD PDI-P Bali.

Polresta Denpasar menerjunkan 457 personel untuk mengamankan aksi solidaritas ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Sandiaga Uno Minta WNA yang Promosikan Situs Porno di Bali Disanksi Tegas

Sandiaga Uno Minta WNA yang Promosikan Situs Porno di Bali Disanksi Tegas

Denpasar
Tolak Tawaran Menteri dari Prabowo, Luhut: Saya Siap Bantu Jadi Penasihat

Tolak Tawaran Menteri dari Prabowo, Luhut: Saya Siap Bantu Jadi Penasihat

Denpasar
Ketahuan 'Overstay' Saat Urus Izin Tinggal di Imigrasi Singaraja, WN Rusia Dideportasi

Ketahuan "Overstay" Saat Urus Izin Tinggal di Imigrasi Singaraja, WN Rusia Dideportasi

Denpasar
Perempuan Penyandang Disabilitas di Buleleng Diperkosa Tetangganya hingga Hamil

Perempuan Penyandang Disabilitas di Buleleng Diperkosa Tetangganya hingga Hamil

Denpasar
Balita 18 Bulan di Jembrana Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi, Keluar Rumah Tanpa Sepengetahuan Orangtua

Balita 18 Bulan di Jembrana Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi, Keluar Rumah Tanpa Sepengetahuan Orangtua

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Denpasar
Ikuti Google Maps, Wisatawan Inggris Tewas Usai Motornya Terperosok ke Jurang di Buleleng

Ikuti Google Maps, Wisatawan Inggris Tewas Usai Motornya Terperosok ke Jurang di Buleleng

Denpasar
Luhut Persilakan Aktivis Demo Saat WWF Ke-10 2024 di Bali

Luhut Persilakan Aktivis Demo Saat WWF Ke-10 2024 di Bali

Denpasar
Mengenal Ritual Segara Kerthi, Kearifan Lokal Pemuliaan Air di Bali

Mengenal Ritual Segara Kerthi, Kearifan Lokal Pemuliaan Air di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 17 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 17 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Denpasar
8 Kepala Negara dan 105 Menteri Dipastikan Hadiri WWF ke-10 di Bali

8 Kepala Negara dan 105 Menteri Dipastikan Hadiri WWF ke-10 di Bali

Denpasar
Heboh soal 'New Moscow' di Peta Canggu Bali, Sandiaga: Di Jakarta Ada K-Town

Heboh soal "New Moscow" di Peta Canggu Bali, Sandiaga: Di Jakarta Ada K-Town

Denpasar
Menparekraf Sandiaga Uno Tak Setuju 'Study Tour' Ditiadakan

Menparekraf Sandiaga Uno Tak Setuju "Study Tour" Ditiadakan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 16 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 16 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com