Bali, Provinsi Pertama yang Keluarkan Pergub tentang Bulan Bung Karno

Kompas.com - 20/06/2019, 16:35 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster. AntaranewsGubernur Bali Wayan Koster.
Editor Rachmawati

DENPASAR, KOMPAS.com - Bali menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki payung hukum terkait pelaksanaan peringatan Bulan Bung Karno seiring dengan diterbitkan Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2019.

"Bulan Juni memang bulan yang penuh dengan tonggak-tonggak sejarah yang terkait dengan Bung Karno, Pancasila, dasar dan ideologi negara yang dirumuskan pertama kalinya oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian pada 6 Juni adalah Hari Lahir Bung Karno dan pada 21 Juni adalah Hari Wafat Bung Karno," kata Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Denpasar, Kamis (20/6/2019).

Koster menambahkan, peringatan Bulan Bung Karno punya makna penting, mengingat segala jasa Putra Sang Fajar ini sebagai tokoh sentral dalam perjalanan sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Baca juga: Wagub Sebut Tol Trans-Jawa Sebabkan Jumlah wisatawan ke Bali Menurun

Terkait dengan Pergub 19/2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali itu, telah ditandatangani oleh Gubernur Wayan Koster pada 18 Juni 2019. Dengan adanya payung hukum tersebut, peringatan Bulan Bung Karno bisa dilaksanakan secara permanen dan berkelanjutan di Pulau Dewata.

Sebelumnya telah dilaksanakan acara peringatan 1 Juni 2019 sebagai Peringatan 74 Tahun Hari Lahir Pancasila, 6 Juni 2019 sebagai Peringatan 118 Tahun Hari Lahir Bung Karno. Rangkaian Bulan Bung Karno dilanjutkan dengan peringatan mengenang 49 tahun wafatnya Sang Proklamator tersebut pada 21 Juni 2019.

Acara peringatan wafatnya Sang Proklamator akan dipusatkan di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar dengan berbagai kegiatan pada Jumat (21/6/2019) sore, di antaranya pemutaran film dokumenter terkait perjuangan Bung Karno serta gelar seni pertunjukan kolaborasi nusantara garapan para seniman muda ISI Denpasar. Turut pula hadir berbagai organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat serta tokoh lintas agama.

"Tujuan penyelenggaraan Bulan Bung Karno adalah membangun memori kolektif terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, sebagai dasar NKRI dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara," katanya pula.

Baca juga: WNA Asal Amerika Serikat Hilang Saat Bermain Paddle Board di Bali

Selain itu, Bulan Bung Karno juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Bali terutama generasi muda tentang sejarah, filosofi, dan nilai-nilai Pancasila. Sekaligus menggelorakan kembali semangat dan pemikiran Bung Karno.

Peringatan tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat institusionalisasi nilai-nilai lokal kearifan dengan Pancasila sesuai masyarakat Bali.

"Keseluruhan rangkaian kegiatan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dengan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, seni, dan budaya Bali," ujar Koster.

Menurutnya, harus diresapi pula bahwa prinsip Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan merupakan nilai-nilai yang sudah sepantasnya diteladani warga Bali.

Baca juga: Di Depan Jokowi, Wayan Koster Singgung Kemenangan Telak di Bali

Darah Bali Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia tersebut, menurut Koster, membuat masyarakat Bali punya ikatan emosional dengan Bung Karno.

“Bung Karno memanglah seorang keturunan pejuang Bali. Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai merupakan keponakan Raja Singaraja terakhir sebelum dipersunting Raden Soekemi Sosrodiharjo, seorang guru dari Pulau Jawa," ujarnya pula.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana mengatakan dasar-dasar pemikiran Gubernur Koster dituangkan dalam Pergub Nomor 19 Tahun 2019 ini secara umum dimaksudkan untuk membangun dan mengaktualisasikan nilai kebangsaan dan sikap dalam bernegara sesuai dengan kondisi terkini.

"Ini yang coba dibangun, terutama kepada generasi muda Bali dan Indonesia secara umum. Pergub ini pun telah mendapatkan fasilitasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Dirjen Otda," katanya.

Baca juga: 7 Fakta Kunjungan Jokowi di Bali, Bicara Rekonsiliasi hingga Bagi 3.000 Sertifikat Tanah

Generasi muda saat ini paling tidak diharapkan lebih mengenal akan sosok Bung Karno dan apa saja yang telah dilakukan dalam perjuangan merebut kemerdekaan serta peletak dasar negara.

"Minimal agar anak-anak kita tahu dulu siapa Bung Karno, apa yang telah beliau lakukan dan untuk selanjutnya ada pemahaman tentang nilai, sejarah dan ajarannya mengenai kebangsaan," ujar Sudarsana.

Untuk itu, dengan dicetuskan Pergub 19/2019, maka peringatan Bulan Bung Karno akan diisi dengan berbagai kegiatan kebudayaan, kegiatan ilmiah dan berbagai kegiatan lain yang bertemakan Pancasila, Bung Karno serta nilai dan ajarannya.

"Yang penting aktualisasi nilai-nilai kebangsaan tersebut serta pemikiran-pemikiran Bung Karno bisa dituangkan secara nyata oleh anak-anak muda kita," katanya lagi.

Baca juga: Jokowi Sebut Proyek Waduk 35 Hektare di Bali Selesai Akhir Tahun

Pergub tersebut juga telah diedarkan ke seluruh kabupaten/kota se-Bali agar ke depan penyelenggaraannya bisa lebih masif dan serentak di seluruh Bali.

"Ke depannya, kabupaten/kota juga diimbau untuk turut mengisi peringatan Bulan Bung Karno ini, dan akan lebih baik lagi jika masing-masing diatur pula dengan peraturan bupati," ujarnya lagi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Positif Covid-19 Bertambah 40, Sulsel Dianggap Sulit Terapkan New Normal

Kasus Positif Covid-19 Bertambah 40, Sulsel Dianggap Sulit Terapkan New Normal

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, Pasangan Suami Istri Ini Dicari

Hasil Rapid Test Reaktif, Pasangan Suami Istri Ini Dicari

Regional
Kabar Baik, Sudah 100 Pasien Corona di Mimika Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Sudah 100 Pasien Corona di Mimika Dinyatakan Sembuh

Regional
'Ponsel Ini Rencananya untuk Anak Saya'

"Ponsel Ini Rencananya untuk Anak Saya"

Regional
Transmisi Lokal Corona Meningkat, Satu Desa di Kota Batu Terapkan PSBL

Transmisi Lokal Corona Meningkat, Satu Desa di Kota Batu Terapkan PSBL

Regional
Aturan Baru, Pasien RSHS Akan Dites Covid-19 Sebelum Masuk Ruang Rawat

Aturan Baru, Pasien RSHS Akan Dites Covid-19 Sebelum Masuk Ruang Rawat

Regional
Speedboat yang Mengangkut 10 Pemain Bola Hilang di Laut Maluku

Speedboat yang Mengangkut 10 Pemain Bola Hilang di Laut Maluku

Regional
Klaster Covid-19 Bertambah, Walkot Semarang: Lupakan Saja New Normal

Klaster Covid-19 Bertambah, Walkot Semarang: Lupakan Saja New Normal

Regional
Ada Pedagang Positif Corona, Satu Pasar Tradisional di Jombang Ditutup

Ada Pedagang Positif Corona, Satu Pasar Tradisional di Jombang Ditutup

Regional
Jalankan Tugas, Wakapolres Purbalingga Meninggal dalam Kecelakaan, Pilih Tak Gunakan Kendaraan Dinas

Jalankan Tugas, Wakapolres Purbalingga Meninggal dalam Kecelakaan, Pilih Tak Gunakan Kendaraan Dinas

Regional
Nenek Asal Bogor Dianiaya Ketua RT gara-gara Bansos, Ini Kronologinya

Nenek Asal Bogor Dianiaya Ketua RT gara-gara Bansos, Ini Kronologinya

Regional
Doni Monardo: Penderita Diabetes dan Hipertensi Hati-hati terhadap Covid-19

Doni Monardo: Penderita Diabetes dan Hipertensi Hati-hati terhadap Covid-19

Regional
Wali Kota Bengkulu dan Basarnas Pakai Helikopter Cari 4 Nelayan yang Hilang di Laut

Wali Kota Bengkulu dan Basarnas Pakai Helikopter Cari 4 Nelayan yang Hilang di Laut

Regional
Lewat YouTube, Tukang Reparasi Elektronik Mampu Ciptakan Mobil Listrik, Ini Ceritanya

Lewat YouTube, Tukang Reparasi Elektronik Mampu Ciptakan Mobil Listrik, Ini Ceritanya

Regional
Ibu 3 Anak Ini Akan Diadili karena Curi Sawit yang Rugikan PTPN Rp 76.500

Ibu 3 Anak Ini Akan Diadili karena Curi Sawit yang Rugikan PTPN Rp 76.500

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X