Dua Kelompok Pemuda Sumba Bentrok di Bali, Satu Tewas

Kompas.com - 30/06/2019, 18:00 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

DENPASAR, KOMPAS.com - Dua kelompok pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlibat bentrok di Denpasar, Bali pada Minggu (30/6/2019) dini hari.

Bentrokan tersebut menyebabkan satu orang tewas.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi mengatakan peristiwa terjadi pukul 01.00 Wita di jalan Glogor carik no 53, Desa Pemogan Denpasar Selatan.

"Perkelahian melibatkan sekitar 12 pemuda, akibat minuman keras yang menyebabkan pemuda Sumba Barat dan Sumba Timur cekcok (akibat) pengaruh minuman keras," kata Wirajaya, Minggu.

Baca juga: Sejumlah Warga yang Diamankan dalam Bentrok di Bima Tidak Diproses

 

Menurut dia, salah satu pemuda yang tewas diketahui bernama Dominggus Dapa. Pemuda ini  tewas dengan luka di bagian perut.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Sanglah untuk diotopsi.

Selain itu petugas menahan sejumlah pemuda yang terlibat dalam bentrok ini.

Berdasarkan proses pemeriksaan terhadap sejumlah pemuda tersebut pelaku penusukan diduga bernama Agustinus Luna Zada.

"Dua orang kita amankan, berpotensi akan jadi tersangka sambil mencari pisaunya. motifnya belum jelas, yang jelas mereka berteman," pungkas Wirajaya. 

Baca juga: Bentrok Kembali Terjadi di Buton, 2 Warga Tewas dan 8 Luka-luka

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Bupati Madiun, Dituduh Persulit Izin, tapi Malah Terima Penghargaan

Cerita Bupati Madiun, Dituduh Persulit Izin, tapi Malah Terima Penghargaan

Regional
Balita Ditemukan Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD: Saya Tinggal ke Toilet 5 Menit, Yusuf Sudah Tak Ada

Balita Ditemukan Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD: Saya Tinggal ke Toilet 5 Menit, Yusuf Sudah Tak Ada

Regional
Sejak Antraks Muncul, Pedagang Hanya Mampu Jual 2 Kg Daging per Hari

Sejak Antraks Muncul, Pedagang Hanya Mampu Jual 2 Kg Daging per Hari

Regional
Tim SAR Temukan Seragam Anggota TNI yang Ikut Kapal Panji Saputra

Tim SAR Temukan Seragam Anggota TNI yang Ikut Kapal Panji Saputra

Regional
Antisipasi Virus Corona, Bandara Bali Pasang Dua Alat Pendeteksi Suhu

Antisipasi Virus Corona, Bandara Bali Pasang Dua Alat Pendeteksi Suhu

Regional
Misteri Hilangnya Kapal Panji Saputra: Ditemukan Penutup Dek Kapal hingga Dugaan Hancur dan Tenggelam

Misteri Hilangnya Kapal Panji Saputra: Ditemukan Penutup Dek Kapal hingga Dugaan Hancur dan Tenggelam

Regional
Duduk Perkara Iuran bagi Warga Non-pribumi di Surabaya yang Viral

Duduk Perkara Iuran bagi Warga Non-pribumi di Surabaya yang Viral

Regional
Pengasuh Jadi Tersangka Setelah 2 Bulan Murid PAUD Hilang dan Ditemukan Tanpa Kepala

Pengasuh Jadi Tersangka Setelah 2 Bulan Murid PAUD Hilang dan Ditemukan Tanpa Kepala

Regional
Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bersanding Jadi Nama Jalan di Banyumas, Gus Dur hingga KH Ahmad Dahlan

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bersanding Jadi Nama Jalan di Banyumas, Gus Dur hingga KH Ahmad Dahlan

Regional
Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Regional
Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Regional
4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X