[POPULER NUSANTARA] Adik Ipar Edo Kondologit Tewas di Tahanan | Oknum TNI Penyerang Polsek Ciracas Dipecat

Kompas.com - 01/09/2020, 06:37 WIB
 Viral di media sosial penyanyi sekaligus politisi PDI-P Edo Kondologit marah-marah di kantor polisi. Dari captio video yang diunggah akun Facebook Bob Priyo Husodo, Edo disebut marah karena adik iparnya tewas dengan luka penganiayaan di kantor polisi. Tangkapan layar Viral di media sosial penyanyi sekaligus politisi PDI-P Edo Kondologit marah-marah di kantor polisi. Dari captio video yang diunggah akun Facebook Bob Priyo Husodo, Edo disebut marah karena adik iparnya tewas dengan luka penganiayaan di kantor polisi.

KOMPAS.com - GKR, adik ipar Edo Kondologit tewas di tahanan. Kepada keluarga korban, polisi mengatakan bahwa ia tewas usai dianiaya oleh tahanan lain berinisial C.

GKR ditangkap polisi karena kasus dugaan pencurian dan pembunuhan disertai dengan pemerkosaan terhadap seorang nenek berusia 70 tahun di Pulau Doom, Kota Sorong, Kamis (27/8/2020) lalu.

Mengetahui adik iparnya meninggal di tahanan, membuat Edo pun marah dan mempertanyakan hal tersebut.

Video Edo marah dan terlihat emosi pun viral di media sosial.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menilai, langkah tegas TNI AD memecat oknum anggotanya yang terlibat perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, sudah tepat.

Bahkan, dirinya juga akan mengawal penanganan kasus tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Berikut berita populer nusantara selengkapnya:

1. Adik ipar Edo Kondologit tewas di tahanan

Edo Kondologit saat menyampaikan aspirasi di polres Sorong kotaMaichel KOMPAS. com Edo Kondologit saat menyampaikan aspirasi di polres Sorong kota

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Misbhacul Munir mengatakan, GKR, adik ipar Edo Kondologit ditangkap terkait kasus dugaan pencurian dan pembunuhan disertai dengan pemerkosaan seorang nenek berusia 70 tahun di Pulau Doom, Kota Sorong, Kamis (27/8/2020).

Kata Misbhacul, saat dibawa ke Mapolres, GKR mencoba melawan dan melarikan diri. Polisi kemudian menembak kaki GKR.

Setelah menangkap GKR, polisi menahannya di sel. Namun, GKR disebut tewas usai dianiaya oleh tahanan lain berinisial C.

"Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Satu tersangka inisial C sudah mengakui perbuatannya. Usai menganiaya korban hingga tak sadarkan diri, tersangka sempat memanggil petugas piket jaga, 'Pak...Pak, ada tahanan yang lemas'. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia," ujar Misbhacul, Minggu (30/8/2020).

Baca juga: Edo Kondologit Mengamuk karena Adik Iparnya Tewas di Tahanan, Ini Penjelasan Polisi

 

2. Oknum TNI penyerang Polsek Cirasas dipecat

Mahfud MD saat ditemui di Keraton YogyakartaKompas.com/Wisang Seto Pangaribowo Mahfud MD saat ditemui di Keraton Yogyakarta

Langkah tegas yang diambil TNI AD memecat oknum anggotanya yang terlibat perusakan Polsek Cirasas, Jakarta Timur, dinilai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mhfud MD, sudah tepat.

"Iyalah bagus. Sikap TNI angkatan Darat sudah cukup responsif dan cepat. Menurut saya memang itu yang harus dilakukan tindakan cepat dan tegas dalam kasus Ciracas itu," katanya saat ditemui wartawan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Senin (31/8/2020).

Tak hanya itu, dirinya pun juga akan mengawal penanganan kasus tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Insya Allah berjalan dengan prosedur dan dalam rangka pembinaan penegakan hukum. Pembinaan dan penegakan hukum dilakukan secara bersama," katanya.

Baca juga: Mahfud MD Nilai Pemecatan Anggota TNI AD Terlibat Penyerangan Polsek Ciracas Sudah Tepat

 

3. Demam usai hadiri pernikahan ternyata positif Covid-19

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)

Sebanyak enam warga yang menghadiri sebuah resepsi pernikahan di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan, enam warga terinfeksi corona itu terungkap setelah satu di antara mereka mengalami demam pasca menghadiri resepsi pernikahan.

“Setelah diperiksa dan di-swab, hasilnya dinyatakan positif corona,” kata Harisson, Minggu (30/8/2020).

Dari penelusuran, ternyata dalam pernikahan itu dihadiri oleh dua warga dari Jember, Jawa Timur.
Penyebaran, kata Harisson, diduga bermula dari dua warga Jember tersebut.

"Dalam kasus ini, dua warga Jember sudah menyebarkan ke keluarganya," ujarnya.

Selain dua warga Jember, ada empat orang lainnya yang terlibat dalam resepsi pernikahan itu dan dinyatakan positif Covid-19.

"Jadi yang positif dua warga Jember, dua orang dari penyelenggara pernikahan dan dua tenaga kesehatan setempat yang menghadiri undangan," jelasnya.

Baca juga: Demam Usai Hadiri Resepsi Pernikahan, Ternyata Positif Covid-19, Terbongkar Tamu hingga Penyelenggara Positif Corona

 

4. Jumlah pasien Covid-19 di Kepri lebih dari 1.000 orang

Ilustrasi lockdown karena virus coronaShutterstock Ilustrasi lockdown karena virus corona

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto mengatakan, jumlah kasus virus corona di Batam, Kepri masuk level yang membahayakan dengan jumlah kasus sudah mencapai 1.024 pada Senin (31/8/2020).

“Saya minta warga Kepri tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan, mulai dari jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer dan yang terpenting selalu mengenakan masker saat keluar rumah,” kata Isdianto saat dihubungi, Senin (31/8/2020).

Kendati demikian, Isdianto mengaku belum ada langkah khusus untuk meminimalisasi peningkatan corona di Kepri yang semakin mengkhawatirkan.

“Secepatnya akan kami lakukan rapat, yang jelas untuk sekolah tetap dilakukan daring,” katanya.

Baca juga: Jumlah Pasien Corona di Kepri Lebih dari 1.000 Orang

 

5. Eks Kepala BPN Denpasar bunuh diri di toilet Kejati Bali

Wakajati Bali, Asep Maryono KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN Wakajati Bali, Asep Maryono

TN (53), eks Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Denpasar, nekat bunuh diri di toilet Kejati Bali, Senin (31/8/2020) malam.

TN bunuh diri saat hendak dibawa ke mobil tanahan untuk proses penahanan ke Lapas Kerobokan.

TN diketahui bunuh diri setelah petugas Kejati Bali mendengar suara ledakan di toliet.

"Ketika perjalanan (ke mobil tahanan) itu dia izin ke toilet dan bunuh diri. Kami sudah dapat konfirmasi yang bersangkutan meninggal dunia," kata Wakajati Bali, Asep Maryono, di Kejati, Senin malam.

Dengan meninggalnya tersangka, maka kasus dugaan gratifikasi ini ditutup.

"Pasca meninggalnya tentu kami tutup kasus karena. Kalau soal barang sitaan nanti akan ada prosesnya sendiri," ujarnya.

Baca juga: Hendak Ditahan, Eks Kepala BPN Denpasar Bunuh Diri di Toilet Kejati Bali

 

Sumber: KOMPAS.com, Penulis: (Maichel, Wisang Seto Pangaribowo, Hadi Maulana, Imam Rosidin| Editor: David Oliver Purba, Dony Aprian, Phytag Kurniati, Abba Gabrillin, Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X