Aturan Masuk Bali Terbaru, Lewat Udara Boleh Gunakan Rapid Test Antigen

Kompas.com - 07/01/2021, 11:14 WIB
Ilustrasi rapid test antigen SHUTTERSTOCKIlustrasi rapid test antigen

DENPASAR, KOMPAS.com - Syarat masuk Bali dengan menyertakan surat bukti hasil negatif menggunakan tes RT-PCR dan/atau rapid test antigen diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali yang ditandatangani Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Rabu (6/1/2021).

"Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 9 Januari 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Wayan Koster, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/1/2021) pagi.

Namun, bedanya, untuk yang masuk melalui jalur udara kini bisa menggunakan rapid test antigen.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui soal Pembatasan Kegiatan di Jawa-Bali pada 11-25 Januari

Sebelumnya, untuk masuk Bali yang lewat udara wajib menggunakan tes PCR.

Keluarnya SE tersebut karena masih tingginya tingkat penularan kasus positif Covid-19 di wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Bali.

SE tersebut juga untuk menjaga citra positif Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia.

"Yang saat ini ditandai dengan munculnya klaster baru, dan memandang perlunya bagi semua pihak untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan," kata Koster.

Dalam SE ini, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang memasuki wilayah Bali harus mengikuti sejumlah ketentuan.

Pertama, bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kedua, bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen paling lama 7x24 jam sebelum keberangkatan.

Pelaku perjalanan juga diwajibkan untuk mengisi electronic-healts access card (e-HAC).

Ketiga, bagi pengguna transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen paling lama 7x24 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: KKB Kalikopi Diduga Pelaku Penembakan Helikopter di Mimika

Peraturan di atas dikecualikan bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dan rapid test antigen ini berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.

Selama masih berada di Bali wajib memiliki surat keterangan tersebut.

Bagi PPDN yang berangkat dari Bali, surat keterangan di atas yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Bali.

Secara kumulatif, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali sebanyak 18.606 orang per Rabu (6/1/2021). Pasien sembuh 16.835 orang (90,48%), dan meninggal dunia 547 orang (2,94%). Sementara kasus aktif menjadi 1.224 orang (6,58%).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesialis Pencuri Barang dalam Jok Motor Ditangkap Resmob Tana Toraja

Spesialis Pencuri Barang dalam Jok Motor Ditangkap Resmob Tana Toraja

Regional
20 Lansia Telah Divasin Covid-19 di RS Pratama Kota Yogyakarta

20 Lansia Telah Divasin Covid-19 di RS Pratama Kota Yogyakarta

Regional
Resmi Dilantik Jadi Bupati Blora, Arief Rohman: Kami Enggak Anti Kritik, Kerja 24 Jam

Resmi Dilantik Jadi Bupati Blora, Arief Rohman: Kami Enggak Anti Kritik, Kerja 24 Jam

Regional
Gugatan CPNS Penyandang Tunanetra Baihaqi Ditolak PTUN Semarang

Gugatan CPNS Penyandang Tunanetra Baihaqi Ditolak PTUN Semarang

Regional
Fakta-fakta Baru Kasus Polisi Bunuh 2 Wanita di Sumut, Dibunuh di Hotel, Dibuang di 2 Tempat

Fakta-fakta Baru Kasus Polisi Bunuh 2 Wanita di Sumut, Dibunuh di Hotel, Dibuang di 2 Tempat

Regional
Rumah Penerima Bansos di Grobogan Dipasangi Stiker Keluarga Prasejahtera

Rumah Penerima Bansos di Grobogan Dipasangi Stiker Keluarga Prasejahtera

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota, Ini Janji Eri Cahyadi kepada Warga Surabaya

Dilantik Jadi Wali Kota, Ini Janji Eri Cahyadi kepada Warga Surabaya

Regional
Sederet Program Kepala Daerah usai Pelantikan, Berikan Rp 30 Juta per RT hingga Berkantor di Desa

Sederet Program Kepala Daerah usai Pelantikan, Berikan Rp 30 Juta per RT hingga Berkantor di Desa

Regional
Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT MGRM di Jakarta

Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT MGRM di Jakarta

Regional
Gempa Halmahera Selatan, Sebagian Tembok RSUD Labuha Retak, Pasien Dievakuasi ke Tenda

Gempa Halmahera Selatan, Sebagian Tembok RSUD Labuha Retak, Pasien Dievakuasi ke Tenda

Regional
Lantik 6 Kepala Daerah, Gubernur Sumsel: Jangan Jadi Bupati Jakarta

Lantik 6 Kepala Daerah, Gubernur Sumsel: Jangan Jadi Bupati Jakarta

Regional
8 Tahanan Lapas Ciamis Positif Covid-19, Padahal Rapid Test Non Reaktif

8 Tahanan Lapas Ciamis Positif Covid-19, Padahal Rapid Test Non Reaktif

Regional
Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Regional
Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Regional
325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X