Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WN Australia Hendak Gelar "Kelas Orgasme" dengan Tarif Rp 7,2 Juta di Bali, Ini Faktanya

Kompas.com - 06/03/2021, 17:38 WIB
Candra Setia Budi

Editor

KOMPAS.com - Seorang warga negara (WN) Australia berinisial AB diduga hendak menggelar kelas orgasme di sebuah hotel di Ubud, Bali.

AB membagikan kegiatanya di media sosial dengan bertajuk "Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat" rencananya bakal digelar mulai Sabtu (6/3/2021).

Dalam iklan yang tersebar di media sosial, setiap peserta dikenakan tarif USD500 atau setara Rp7,2 juta.

Setelah viral, polisi pun kemudian bergerak cepat dan mengamankannya di sebuah vila di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (5/3/2021).

Setelah mengamankan AB, pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan.

Hasilnya, polisi belum menemukan adanya unsur pidana dari rencama kegiatan tersebut.

Berikut faktanya yang Kompas.com rangkum:

Viral di media sosial

Ilustrasi media sosialKOMPAS.COM/Shutterstock Ilustrasi media sosial

Baru-baru media sosial di Bali dihebohkan dengan adanya rencana digelarnya "kelas orgasme" oleh seorang WN Australia berinisial B.

Dalam acara yang digelar WNA tersebut bertajuk Event bertajuk "Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat", rencananya kegiatan itu akan digelar di sebuah hotel di Ubud, Bali, pada Sabtu (6/3/2021).

Dalam iklan yang tersebar di media sosial, setiap peserta dikenakan tarif USD 500 atau kurang lebih Rp 7,2 juta.

“Rencana akan dilakukan pada esok hari, dengan informasi yang kami dapat berbayar sekitar 500 dolar (AS) per orang,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Jumat.

Baca juga: Heboh Kelas Orgasme Bertarif Rp 7,2 Juta, Warga Australia di Bali Diperiksa Polisi

 

Kegiatan dibatalkan

Ilustrasi hotelSHUTTERSTOCK Ilustrasi hotel

Setelah viral di medsos, polisi kemudian mendatangi hotel yang akan dijadikan tempat kegiatan tersebut. Namun, karena viral acara itu pun dibatalkan.

"Pihak manajemen hotel GM menyampaikan gelaran itu sudah dibatalkan. Ternyata baru booking keterangan dari manajemen dan stafnya," kata Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana saat dihubungi, Sabtu (6/3/2021).

Polisi kemudian menelusuri dan mencari WN Australia yang akan mengelar acara tersebut.

AB diamankan polisi di sebuah vila di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, ia kemudian dibawa ke Polsek Ubud untuk dimintai keterangan.

Kepda polisi, AB mengatakan kelas tersebut merupakan yoga untuk seksualitas.

"Memang mau menggelar pelatihan yoga terapi untuk seksualitas, dia sudah batalkan rencana tersebut, karena melihat reaksi di media sosial kayaknya tidak diterima kurang baik oleh masyarakat sekitar, nah karena melihat reaksi itu, dia membatalkan," katanya.

Baca juga: Detik-detik Tubuh Bocah 8 Tahun Diseret Buaya hingga Menghilang, Sempat Ditolong Ayah

 

Tidak ditemukan unsur pidana, dipulangkan

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi tidak menemukan unsur pidana dari rencana kegiatan yang akan digelar oleh AB.

"Karena belum terlaksana, dia juga menjelaskan ini semacam pelatihan yoga untuk terapi seksualitas. Makanya karena belum terlaksana, kita belum melihat adanya unsur pidananya," ujarnya.

Setelah dimintai keterangan, AB pun diizinkan polisi pulang.

Baca juga: WN Australia yang Hendak Gelar Kelas Orgasme Dibebaskan, Polisi: Belum Ada Unsur Pidana

 

Sumber:Kompas.com: (Penulis Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor: Robertus Belarminus, Dheri Agriesta)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kru Event Organizer di WWF Bali Curi Vespa Milik Temannya Sendiri

Kru Event Organizer di WWF Bali Curi Vespa Milik Temannya Sendiri

Denpasar
Karyawan di Bali Mengaku Dianiaya 2 WNA, Diperas Rp 400 Juta dan Mobil Disita

Karyawan di Bali Mengaku Dianiaya 2 WNA, Diperas Rp 400 Juta dan Mobil Disita

Denpasar
Anak di Karangasem Bali Diduga Aniaya Ibunya yang Lumpuh

Anak di Karangasem Bali Diduga Aniaya Ibunya yang Lumpuh

Denpasar
Istri Perwira TNI yang Unggah Dugaan Perselingkuhan Suami Menangis Saat Praperadilannya Ditolak

Istri Perwira TNI yang Unggah Dugaan Perselingkuhan Suami Menangis Saat Praperadilannya Ditolak

Denpasar
Kakak Adik Yatim Piatu Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan Tukad Bangkung Bali

Kakak Adik Yatim Piatu Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan Tukad Bangkung Bali

Denpasar
Diduga Racuni Anjing dan Jual Dagingnya, Pasutri di Buleleng Ditangkap Warga

Diduga Racuni Anjing dan Jual Dagingnya, Pasutri di Buleleng Ditangkap Warga

Denpasar
BIBU Lobi Prabowo-Gibran Wujudkan Bandara Bali Utara di Atas Laut

BIBU Lobi Prabowo-Gibran Wujudkan Bandara Bali Utara di Atas Laut

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Berawan

Denpasar
'Ramp Check' di Objek Wisata, Sejumlah Bus Pariwisata dari Luar Bali Ditemukan Tak Laik Jalan

"Ramp Check" di Objek Wisata, Sejumlah Bus Pariwisata dari Luar Bali Ditemukan Tak Laik Jalan

Denpasar
WN Inggris di Bali Curi Bra Seharga Rp 1,1 Juta untuk Pacarnya

WN Inggris di Bali Curi Bra Seharga Rp 1,1 Juta untuk Pacarnya

Denpasar
Bea Cukai Sita 658. 840 Batang Rokok Ilegal yang Hendak Diedarkan di Bali

Bea Cukai Sita 658. 840 Batang Rokok Ilegal yang Hendak Diedarkan di Bali

Denpasar
Hari Danau Sedunia yang Diusulkan Indonesia Disepakati dalam WWF Bali

Hari Danau Sedunia yang Diusulkan Indonesia Disepakati dalam WWF Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 24 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 24 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Denpasar
Korupsi dan Inefisiensi Ikut Hambat Penyaluran Air Bersih

Korupsi dan Inefisiensi Ikut Hambat Penyaluran Air Bersih

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com