Sekuriti Hotel Minta Maaf Usir Seorang Wanita dari Pantai, Mengaku Hanya Jalankan Tugas

Kompas.com - 25/03/2021, 13:19 WIB
Tangkapan layar tempat seorang warga yang diusir saat duduk di pantai kawasan Sanur, Bali, viral di media sosial, Rabu (24/3/2021). Instagram/ @bayucuacaTangkapan layar tempat seorang warga yang diusir saat duduk di pantai kawasan Sanur, Bali, viral di media sosial, Rabu (24/3/2021).

KOMPAS.com - Alit, sekuriti Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, meminta maaf kepada Mirah Sugandhi karena telah mengusir wanita tersebut dari pantai.

Alit mengatakan, tidak ada niatan untuk melakukan sesuatu yang buruk terhadap Mirah.

Apa yang dia lakukan saat itu murni karena menjalankan tugas.

"Tidak ada maksud saya berbuat tidak baik. Saya cuma menjalankan tugas dan menertibkan pantai dan sekitarnya," kata Alit melalui video yang diterima Kompas.com dari pemilik Puri Santrian, IB Gede Sidartha Putra, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Satpam Hotel yang Usir Warga dari Pantai di Denpasar Minta Maaf

Adapun Sidartha Putra mengatakan, kejadian tersebut merupakan miskomunikasi.

Ia juga menegaskan bahwa di Sanur tidak ada pantai milik pribadi.

“Semua beach milik publik, sehingga kegiatan masyarakat berwisata, mencari ikan, upacara adat, tidak boleh ada pelarangan dari hotel. Saya pikir ini miskomunikasi dan kami tidak pernah melarang masyarakat, apalagi masyarakat Sanur,” kata dia.

Baca juga: Aku Baru Tahu Hotel Bisa Punya Pantai, Aku Syok Diusir

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan bernama Mirah Sughandi dan anaknya mengaku diusir sekuriti hotel saat duduk di pantai kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (23/3/2021).

 

Mirah mengunggah ceritanya tersebut di akun Instagram pribadinya dan viral di berbagai media sosial.

Dia mempertanyakan bagaimana bisa sebuah hotel memiliki pantai pribadi yang harusnya merupakan milik umum.

Baca juga: Pemilik Hotel Sebut Pengusiran Seorang Wanita oleh Sekuriti Miskomunikasi, Akui Pantai Milik Publik

Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun pantai di Denpasar yang menjadi milik pribadi. Semuanya terbuka untuk umum.

"Seharusnya tidak bisa terjadi seperti itu, mungkin kami akan mendekati hotelnya apa benar terjadi seperti itu. Pantai kan milik umum, bukan milik hotel, itu sudah jelas. Jadi tidak boleh seharusnya terjadi seperti itu," kata dia. (Penulis Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta'

"Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta"

Denpasar
WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

Denpasar
Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Denpasar
'Upacara Ini sebagai Wujud Cinta kepada Prajurit KRI Nanggala-402 yang Telah Gugur'

"Upacara Ini sebagai Wujud Cinta kepada Prajurit KRI Nanggala-402 yang Telah Gugur"

Denpasar
Fakta-fakta WNA Lukis Masker di Wajah, Sudah Minta Maaf, hingga Direkomendasi untuk Dideportasi

Fakta-fakta WNA Lukis Masker di Wajah, Sudah Minta Maaf, hingga Direkomendasi untuk Dideportasi

Denpasar
Lukis Masker di Wajah dan Kelabui Satpam, WNA: Saya Hanya Mencoba Menghibur...

Lukis Masker di Wajah dan Kelabui Satpam, WNA: Saya Hanya Mencoba Menghibur...

Denpasar
Kedaruratan, Kru KRI Nanggala-402 Keluarkan Baju Keselamatan, tetapi Tak Sempat Dipakai

Kedaruratan, Kru KRI Nanggala-402 Keluarkan Baju Keselamatan, tetapi Tak Sempat Dipakai

Denpasar
KRI Nanggala-402 Tenggelam di Kedalaman 838 Meter, KSAL: Kami Akan Berusaha Mengangkatnya

KRI Nanggala-402 Tenggelam di Kedalaman 838 Meter, KSAL: Kami Akan Berusaha Mengangkatnya

Denpasar
Sosok Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut Heri Oktavian, Pak RT yang Cekatan dan Penyabar

Sosok Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut Heri Oktavian, Pak RT yang Cekatan dan Penyabar

Denpasar
KSAL: KRI Nanggala-402 Mampu Tampung 57 Awak, Saat Tenggelam Memuat 53 Awak

KSAL: KRI Nanggala-402 Mampu Tampung 57 Awak, Saat Tenggelam Memuat 53 Awak

Denpasar
KRI Nanggala-402 Tenggelam dan Terbelah Tiga, KSAL: Para Awak Jadi Korban

KRI Nanggala-402 Tenggelam dan Terbelah Tiga, KSAL: Para Awak Jadi Korban

Denpasar
KRI Nanggala-402 Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter, TNI Siapkan Robot Penyelamat untuk Evakuasi

KRI Nanggala-402 Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter, TNI Siapkan Robot Penyelamat untuk Evakuasi

Denpasar
KRI Nanggala-402 Tenggelam, Bagaimana Harapan Hidup 53 Awak Kapal?

KRI Nanggala-402 Tenggelam, Bagaimana Harapan Hidup 53 Awak Kapal?

Denpasar
Istri Rekam Video Saat Lettu Imam Adi, Awak KRI Nanggala-402 Akan Bertugas, Anak Terus Merengek

Istri Rekam Video Saat Lettu Imam Adi, Awak KRI Nanggala-402 Akan Bertugas, Anak Terus Merengek

Denpasar
Berpacu Menemukan 53 Awak KRI Nanggala-402 Sebelum Oksigen Habis Sabtu Pukul 03.00

Berpacu Menemukan 53 Awak KRI Nanggala-402 Sebelum Oksigen Habis Sabtu Pukul 03.00

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads X