Soal Pengusiran Seorang Wanita dari Pantai, Pemilik Hotel Sebut Miskomunikasi, Sekuriti Minta Maaf

Kompas.com - 26/03/2021, 05:14 WIB
Tangkapan layar tempat seorang warga yang diusir saat duduk di pantai kawasan Sanur, Bali, viral di media sosial, Rabu (24/3/2021). Instagram/ @bayucuacaTangkapan layar tempat seorang warga yang diusir saat duduk di pantai kawasan Sanur, Bali, viral di media sosial, Rabu (24/3/2021).

KOMPAS.com - Seorang perempuan bernama Mirah Sughandi dan anaknya mengaku diusir sekuriti hotel saat duduk di pantai kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (23/3/2021).

Mirah mengunggah ceritanya tersebut di akun Instagram pribadinya dan viral di berbagai media sosial.

Baca juga: Aku Baru Tahu Hotel Bisa Punya Pantai, Aku Syok Diusir

 

Dia mempertanyakan bagaimana bisa sebuah hotel memiliki pantai yang seharunya menjadi milik umum.

 

Terkait kejadian itu, Alit, sekuriti Hotel Puri Santrian meminta maaf kepada Mirah. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satpam tersebut mengatakan, hanya menjalankan tugas dan menertibkan pantai di sekitarnya.

Baca juga: Pemilik Hotel Sebut Pengusiran Seorang Wanita oleh Sekuriti Miskomunikasi, Akui Pantai Milik Publik

Permintaan maaf Alit itu direkam dalam sebuah video.

"Mohon maaf ke Ibu Mirah karena hari ini saya tidak bisa menemuinya, kebetulan saya ada keperluan keluarga di Negara (Jembrana). Saya mohon maaf atas kejadian kemarin," kata Alit melalui video yang diterima Kompas.com dari pemilik Puri Santrian, IB Gede Sidartha Putra, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Satpam Hotel yang Usir Warga dari Pantai di Denpasar Minta Maaf

Miskomunikasi

Pemilik Hotel Puri Santrian yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), IB Gede Sidartha Putra mengatakan, kejadian tersebut merupakan miskomunikasi.

 

Di Sanur, kata Sidartha, tidak ada yang namanya private beach.

“Semua beach milik publik, sehingga kegiatan masyarakat berwisata, mencari ikan, upacara adat, tidak boleh ada pelarangan dari hotel,” katanya dikutip dari Tribun Bali.

Ia menambahkan, Santrian sudah beroperasi selama 50 tahun dan ini merupakan kasus pertama.

Kejadian ini merupakan pembelajaran agar manajemen melakukan training staf hotel lebih baik lagi.

"Walaupun niatannya baik, namun penyampaiannya harus tepat sehingga tidak terjadi miskomunikasi seperti ini,” katanya.

“Saya pikir ini miskomunikasi dan kami tidak pernah melarang masyarakat, apalagi masyarakat Sanur,” kata Sidartha menambahkan.

 

Apalagi saat pandemi seperti saat ini pihaknya belajar bahwa wisatawan domestik tak bisa diremehkan.

Masalah selesai

Sidartha menjelaskan manajemen hotel telah mengundang Mirah untuk melakukan komunikasi. Kedua pihak menyepakati masalah telah selesai.

“Jadi sebelum menjawab di sosial media, sebelum dibawa ke ranah politik, kami clear-kan dengan ibu itu. Bu Mirah sudah hadir dengan suami dan anaknya mencari titik temu yang baik,” katanya. (Penulis Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor Robertus Belarminus)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul: Ini Tanggapan Pihak Hotel Puri Santrian Denpasar Terkait Viral Kasus Pengusiran Pengunjung Pantai



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki...'

"Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki..."

Denpasar
Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Denpasar
Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Denpasar
Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Denpasar
Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Denpasar
Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Denpasar
Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Denpasar
Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Denpasar
Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Denpasar
Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Denpasar
Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Denpasar
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Denpasar
'Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta'

"Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta"

Denpasar
WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

Denpasar
Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.