Sederet Fakta Mercy Halangi Mobil Damkar, Pengemudi Panik hingga Urutan Kendaraan Prioritas di Jalan

Kompas.com - 30/03/2021, 05:10 WIB
Mobil mercy diduga halangi mobil damkar di Denpasar, Bali, Minggu (28/3/2021). Instagram/@jegbaliMobil mercy diduga halangi mobil damkar di Denpasar, Bali, Minggu (28/3/2021).

KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan mobil mewah merek Mercedes Benz diduga menghalangi mobil pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar viral di media sosial, Minggu (28/3/2021).

Dalam video itu terlihat seorang petugas berteriak meminta kendaraan di depan mereka untuk memberi jalan.

Tak lama, terlihat sebuah mobil Mercedes Benz merah berada di depan mobil pemadam kebakaran.

Petugas menyalakan sirene untuk memberi tanda kepada mobil tersebut. Petugas juga berteriak meminta pengemudi kendaraan itu menepi.

Namun, mobil itu tetap melaju di depan mobil damkar.

Video itu awalnya diunggah di media sosial Tiktok oleh akun @purwanayana. Belakangan, video itu diunggah kembali di Instagram @jeg.bali.

Baca juga: 5 Terduga Teroris Ditangkap di Bima, Begini Respons Wagub NTB..

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akun tersebut juga menulis mobil itu menghalangi petugas yang berpacu dengan waktu.

Di akhir video, terlihat mobil pemadam kebakaran berhasil melewati Mercedes Benz tersebut.

Hendak memadamkan kebakaran di Denpasar Selatan

Saat dikonfirmasi, Sekretaris BPBD Kota Denpasar Ardy Ganggas mengatakan, insiden itu terjadi pada Minggu (28/3/2021).

Petugas pemadam kebakaran BPBD Kota Denpasar sedang dalam perjalanan untuk memadamkan api di salah satu rumah warga di Pemogan, Denpasar Selatan.

Mobil pemadam kebakaran itu dikendarai I Gusti Putu Adi Sukarya dan navigator Putra Perbawa.

Sementara, yang mengambil video adalah Purwa Narayana, relawan penanggulangan bencana.

"Yang posting rekan relawan Penanggulangan Bencana Purwa Narayana," kata Ardy saat dikonfirmasi, Senin (29/3/2021).

Sudah diklarifikasi

Sementara itu, Dirlantas Polda Bali Kombes Indra mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan pengemudi mobil mewah tersebut.

 

Pengemudi berinisial YP itu mengaku panik saat mendengar sirene mobil pemadam kebakaran.

"Hasil klarifikasi kami dengan yang bersangkutan bahwa tidak ada maksud untuk menghalangi damkar. Dia panik saat ada mobil damkar di belakangnya dengan bunyi sirene," kata Dirlantas Polda Bali Kombes Indra saat dihubungi, Senin (29/3/2021).

Ilustrasi mobil pemadam kebakaran Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Ilustrasi mobil pemadam kebakaran

Menurut Indra, pengemudi itu telah meminta maaf.

"Yang bersangkutan berusaha menepi setelah melewati persimpangan itu dan menyampaikan permohonan maaf," kata dia.

Baca juga: Video Viral Mercy Diduga Halangi Mobil Pemadam Kebakaran di Denpasar

Tidak ditilang

Polisi tak memberikan sanksi tilang kepada YP Pengendara mobil mewah itu hanya diberi edukasi terkait kendaraan prioritas di jala raya.

"Tidak (sanksi dan tilang), kita beri edukasi kepadanya," kata dia.

Kombes Indra menjelaskan, masyarakat harus mengetahui ada kendaraan yang memiliki hak dan mendapat prioritas di jalan raya.

Kendaraan yang didahulukan melintas ini tertulis dalam Pasal 134 dan 135 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

"Ada kendaraan yang mendapat prioritas dan wajib didahulukan dibanding pengguna jalan lain," katanya.

 

Kendaraan prioritas di jalan raya

Dalam Pasal 134 UU LLAJ menyebutkan tujuh kendaraan yang mendapat prioritas di jalan raya.

1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.

2. Ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

3. Kendaraan pimpinan dan lembaga negara Republik Indonesia, salah satunya Presiden RI.

4. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing.

Baca juga: Mobil Presiden atau Pemadam, Sesuai Urutan Mana Kendaraan Prioritas dan Harus Didahulukan?

5. Kendaraan lembaga internasional yang menjadi tamu negara.

6. Iring-iringan pengantar jenazah.

7. Konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam undang-undang ini juga diatur sanksi bagi pengendara yang menghambat perjalanan mobil yang diprioritaskan.

Dalam Pasal 287 ayat (4), bagi pengendara yang mengganggu kendaraan prioritas bersirene di jalan raya dikenakan ancaman kurungan maksimum satu bulan atau denda maksimum Rp 250.000.

(KOMPAS.com-Penulis: Imam Rosidin | Editor: David Oliver Purba, Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Bali Capai 99,09 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Bali Capai 99,09 Persen

Denpasar
Kronologi Penangkapan Narapidana yang Kabur dari Lapas Kerobokan Bali, Ditembak karena Melawan

Kronologi Penangkapan Narapidana yang Kabur dari Lapas Kerobokan Bali, Ditembak karena Melawan

Denpasar
8 Hari Kabur dari Lapas Kerobokan Bali, Narapidana Ini Curi 2 Motor Selama Pelarian

8 Hari Kabur dari Lapas Kerobokan Bali, Narapidana Ini Curi 2 Motor Selama Pelarian

Denpasar
'Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki...'

"Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki..."

Denpasar
Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Denpasar
Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Denpasar
Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Denpasar
Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Denpasar
Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Denpasar
Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Denpasar
Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Denpasar
Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Denpasar
Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Denpasar
Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Denpasar
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.