Sosok Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut Heri Oktavian, Pak RT yang Cekatan dan Penyabar

Kompas.com - 26/04/2021, 05:15 WIB
Orangtua Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402 Letkol (P) Heri Oktavian, Murhaleni (jilbab oranye) saat menerima kunjungan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu (24/4/2021) malam. KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYAOrangtua Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402 Letkol (P) Heri Oktavian, Murhaleni (jilbab oranye) saat menerima kunjungan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu (24/4/2021) malam.

KOMPAS.com - Letkol Laut (P) Heri Oktavian, komandan kapal selam KRI Nanggala-402, bersama 52 awak lainnya dinyatakan gugur setelah hilang sejak Rabu (21/4/2021).

Semasa hidup, semua kru termasuk Heri meninggalkan kenangan manis dengan keluarga dan orang sekitar.

Baca juga: Kenangan Manis Ibunda Komandan KRI Nanggala-402: Perjumpaan Terakhir, Diajak Heri Masuk Kapal Selam

Ketua RW 04 Sukolilo Baru, Surabaya, Anggoro Wicaksono mengatakan, Heri merupakan Ketua RT 02 di lingkungan Sukolilo Baru.

Baca juga: Panglima TNI: Seluruh Awak KRI Nanggala-402 Gugur

Selama menjadi ketua RT, Heri dikenal sebagai sosok yang baik, cekatan, dan rajin.

Baca juga: KSAL Bantah KRI Nanggala-402 Lebihi Kapasitas, Mampu Muat 57 Awak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Letkol Heri) masih muda dan menjabat sebagai RT. Orangnya cekatan karena masih muda. Orangnya rajin, suka olahraga pagi. Lari di sekitar sini, kadang juga sepeda ontel, kadang jalan," ujar Anggoro dikutip dari Tribunnews, Minggu (25/4/2021).

Penyabar

Cerita tentang sosok Heri datang dari keluarga.

Chandra Yunita, kakak Heri, ingat betul saat ia dan ibundanya, Murhaleni, memasuki kapal selam KRI Nanggala-402. Kala itu, mereka diajak langsung oleh Heri.

Baca juga: Di Hari Pelantikannya, Komandan KRI Nanggala-402 Ajak Ibu dan Kakaknya Masuki Kapal Selam, Ini Ceritanya

Waktu itu adalah hari yang membahagiakan bagi Heri. Pada 2020, Heri dilantik sebagai komandan kapal selam.

Hal yang paling diingat Chandra ketika memasuki KRI Nanggala-402 adalah saat meniti tangga menuju bagian dalam kapal selam.

Menurut Chandra, tangga tersebut curam.

"Ibu malah kuat naik turun tangga. Saya yang takut, gimana ini turunnya," kenangnya ketika ditemui di rumahnya di Kompleks Pemuka, Kecamatan Rajabasa, Lampung, Sabtu (24/4/2021).

 

Chandra menyampaikan, saat itu Heri dengan penuh kesabaran membimbing ibu dan dirinya turun tangga untuk memasuki lambung kapal.

"Heri orangnya memang enggak banyak bicara, orang penyabar," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah hilang sejak Rabu (21/4/2021), KRI Nanggala-402 yang membawa 53 awak dinyatakan tenggelam. Semua awak dinyatakan gugur.

Tenggelamnya kapal selam buatan Jerman tersebut bukan karena ledakan, tetapi karena adanya retakan pada kapal.

Semua awak kapal yang gugur mendapat kenaikan pangkat. (Penulis Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor: Farid Assifa, Reza Kurnia Darmawan).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Sosok Letkol Laut Heri Oktavian, Komandan KRI Nanggala, Ayah 2 Anak hingga Ketua RT



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki...'

"Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki..."

Denpasar
Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Denpasar
Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Denpasar
Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Denpasar
Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Denpasar
Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Denpasar
Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Denpasar
Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Denpasar
Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Denpasar
Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Denpasar
Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Denpasar
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Denpasar
'Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta'

"Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta"

Denpasar
WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

Denpasar
Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.