Fakta-fakta WNA Lukis Masker di Wajah, Sudah Minta Maaf, hingga Direkomendasi untuk Dideportasi

Kompas.com - 27/04/2021, 19:09 WIB
Ilustrasi Pixabay/CoyotIlustrasi

KOMPAS.com - Buntut viralnya video melukis masker di wajah, dua warga negara asing (WNA) pembuat konten tersebut meminta maaf.

Dua WNA itu adalah LCC alias J (32) asal Taiwan dan LS (25) dari Rusia.

Permohonan maaf mereka diunggah di akun Instagram J.

Dalam klarifikasinya, J menjelaskan bahwa konten melukis masker di wajah sekadar untuk hiburan.

Baca juga: Turis Asing yang Lukis Masker di Wajah dan Kelabui Satpam Minta Maaf, Mengaku untuk Hiburan

"Saya hanya mencoba untuk menghibur, karena saya sendiri adalah seorang konten kreator di mana pekerjaan saya adalah untuk menghibur orang," ucapnya dalam video yang diunggah pada Selasa (27/4/2021). Kompas.com telah diizinkan untuk mengutip penyataannya itu.

J juga membantah tak menghormati orang lain, pun tak bermaksud mengajak untuk tidak memakai masker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas perbuatannya yang dinilai meresahkan, J meminta maaf.

Ia juga berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Mereka mengaku siap menghadapi proses hukum di Indonesia.

Baca juga: WNA Lukis Masker di Wajah demi Konten, Satpol PP: Kami Rekomendasikan Dideportasi

 

Tanggapan Satpol PP Bali

Sebuah video warga negara asing melukis wajahnya menyerupai masker dan mengelabui satpam viral di media sosial.Instagram @denpasar.viral Sebuah video warga negara asing melukis wajahnya menyerupai masker dan mengelabui satpam viral di media sosial.

Berdasar pemeriksaan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali, kedua WNA tersebut dianggap melanggar Peraturan Daerah Bali, yaitu Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 10 Tahun 2021 tentang penerapan disiplin dan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Jelas sudah melanggar Perda karena karena kami mengatur seperti itu, tentang prokes," tutur Kepala Bidang Penegakan Undang-Undang Daerah Satpol PP Provinsi Bali Komang Mertadana, Selasa (27/4/2021).

Karena diduga melanggar peraturan, pihaknya merekomendasikan keduanya untuk dideportasi.

Baca juga: Video Viral WNA Lukis Masker di Wajah, Kelabui Satpam Swalayan di Bali

Komang berharap, peristiwa ini bisa menimbulkan efek jera bagi WNA lainnya.

Menurutnya, pemerintah di Bali telah berjuang menegakkan protokol kesehatan, tetapi ternyata ada warga asing yang tak mau tahu.

"Boleh saja dia minta maaf. Tapi, ini sudah keterlaluan, dia melukis itu kan bohongin petugas. Apalagi dijadiin konten, keterlaluan mereka merencanakan, dengan sadar ada kesengajaan," ucapnya saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Awas, WNA yang Melanggar Protokol Kesehatan Bisa Dideportasi

 

Video viral

Ilustrasi viralShutterstock Ilustrasi viral

Dalam video yang viral tersebut, J dan L hendak memasuki sebuah swalayan di Bali.

Akan tetapi, L tidak diperbolehkan masuk oleh satpam lantaran tidak mengenakan masker.

Mereka lalu masuk ke mobil. Kemudian, wajah si wanita dilukis seperti telah memakai masker.

Baca juga: WN Rusia Ini Curi 5 Helm, Diduga Terpengaruh Alkohol, Ini Kata Polisi

Saat kembali ke swalayan, mereka ternyata lolos dari pengawasan sekuriti.

Video yang diunggah beberapa waktu lalu itu mendapat tanggapan negatif dari netizen. J tak menyangka bakal memperoleh respons seperti itu.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor: Dheri Agriesta, Robertus Belarminus)

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki...'

"Menyayangi Binatang Tidak Harus Memiliki..."

Denpasar
Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Viral Video Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Gianyar Bali, BKSDA: Ini Baru Pertama yang Saya Tahu

Denpasar
Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Minta Desa Perbanyak Tempat Isoter Pasien Covid-19, Wagub Bali: Ini Sesuai dengan Kearifan Lokal Kita

Denpasar
Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Pingsan Saat Berselancar di Pantai Berawa Bali, WNA Ditemukan Tertelungkup di Atas Papan Selancar

Denpasar
Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Denpasar
Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Tak Ada Zona Merah, Ini Aturan Lengkap PPKM Mikro di Bali

Denpasar
Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Saat Bupati Jember Menelepon dan Semangati Bupati Ponorogo yang Terinfeksi Covid-19

Denpasar
Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Penemuan Manik-manik Kaca Emas Romawi di Situs Sakofagus Bali, Terbesar di Asia Tenggara

Denpasar
Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Kronologi Napi Lapas Perempuan Kerobokan Tewas, Sempat Minum Disinfektan dengan 7 Rekannya

Denpasar
Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Warga Terima SMS Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Kesalahan Sistem, Kami Mohon Maaf...

Denpasar
Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Kapal China Coba Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, tapi Gagal karena Hal Ini

Denpasar
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar Hari Ini, 8 Mei 2021

Denpasar
'Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta'

"Setiap Ada Pelanggaran yang Dilakukan WNA di Bali, Saya Selalu Dapat Kiriman Foto dari Menteri di Jakarta"

Denpasar
WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran buat Wisatawan Asing

Denpasar
Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Asal-usul Kampung Gelgel, Desa Islam Tertua di Bali, Berasal dari 40 Prajurit Muslim dari Majapahit

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.