Sosialisasi Hewan Penular Rabies di Pasar, Pemkot Denpasar Temukan 7 Monyet Diperjualbelikan

Kompas.com - 11/01/2022, 16:05 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melaksanakan sosialisasi dan penertiban terhadap penjual hewan penular rabies (HPR) liar di Pasar Satria Denpasar, Selasa (11/1/2022).

Dari kegiatan tersebut, ditemukan seorang pedagang bernama Agus Ali menjual tujuh kera ekor panjang liar.

Baca juga: Angkringan di Denpasar Ditutup Permanen karena Bising dan Jual Miras, Pemilik Minta Maaf

"Kita langsung layangkan surat pernyataan lantaran kedapatan menjual monyet atau kera ekor panjang," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Made Ngurah Sugiri, Selasa.

Sugiri menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang penanggulangan penyakit rabies di Kota Denpasar.

Ia meminta pedagang mematuhi perda tersebut. Pedagang juga diminta berkomitmen tak lagi menjual satwa liar berstatus HPR, seperti kera.

Pemkot Denpasar terus memantau peredaran satwa liar yang berstatus HPR di pasar hewan di wilayah itu.

Ia pun tak segan memberikan sanksi tegas berupa kurungan enam bulan atau denda Rp 50 juta jika masih ditemukan lagi pelanggaran.

“Kami imbau kepada penjual agar senantiasa memperhatikan dan menerapkan aturan yang berlaku, sehingga saat berjualan tidak lagi tersandung masalah hukum, kami juga mengimbau kepada penjual satwa yang bertsatus HPR seperti anjing, kucing dan kera, agar senantiasa memperhatikan kesehatan hewan yang diperjual belikan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, pemilik kios bernama Agus Ali mengaku memiliki delapan kera ekor penjang. Namun, satu ekor sudah laku dibeli.

Untuk satu ekor kera ekor panjang, Agus menjualnya dengan harga Rp 300.000-Rp 400.000.

Kepada petugas, ia mengatakan hewan itu di dapat dari Pasar Beringkit Kabupaten Badung. Namun, untuk asal muasal hewan itu, ia pun tak tahu.

Baca juga: 6 Kecelakaan Terjadi di Denpasar Saat Malam Tahun Baru, Salah Satunya karena Pengaruh Alkohol

Agus pun berjanji tak akan menjual satwa liar tersebut.

“Kita tidak akan menjual lagi, karena diberikan waktu 1 kali 24 jam, jadi kita tidak menjual lagi, kami jual yang boleh saja,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Artis JC Ditampar di Bar Bali, Kini Kasus Berakhir Damai

Artis JC Ditampar di Bar Bali, Kini Kasus Berakhir Damai

Denpasar
Dianggap Kooperatif, Pemerkosa Perempuan Disabilitas di Bali Tak Ditahan Polisi

Dianggap Kooperatif, Pemerkosa Perempuan Disabilitas di Bali Tak Ditahan Polisi

Denpasar
Tersangka Pemerkosa Perempuan Disabilitas di Buleleng Tak Ditahan, Ini Kata Polisi

Tersangka Pemerkosa Perempuan Disabilitas di Buleleng Tak Ditahan, Ini Kata Polisi

Denpasar
Kondisi Balita Diduga Hepatitis Akut Misterius di Denpasar Membaik

Kondisi Balita Diduga Hepatitis Akut Misterius di Denpasar Membaik

Denpasar
3 Penumpang Honda Jazz Putih di Bali Jadi Tersangka Pengeroyokan

3 Penumpang Honda Jazz Putih di Bali Jadi Tersangka Pengeroyokan

Denpasar
Kebijakan Lepas Masker Bawa Angin Segar bagi Pariwisata di Bali

Kebijakan Lepas Masker Bawa Angin Segar bagi Pariwisata di Bali

Denpasar
Penjaga Pintu Air di Denpasar yang Hanyut Terbawa Arus Ditemukan Tewas

Penjaga Pintu Air di Denpasar yang Hanyut Terbawa Arus Ditemukan Tewas

Denpasar
Anak 3 Tahun di Denpasar Diduga Hepatitis Akut Misterius

Anak 3 Tahun di Denpasar Diduga Hepatitis Akut Misterius

Denpasar
Hanyut Terbawa Arus Saat Hujan Deras, Penjaga Pintu Air di Denpasar Belum Ditemukan

Hanyut Terbawa Arus Saat Hujan Deras, Penjaga Pintu Air di Denpasar Belum Ditemukan

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini, 27 Mei 2022 : Pagi Berawan, Malam Cerah

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini, 27 Mei 2022 : Pagi Berawan, Malam Cerah

Denpasar
Belasan Rumah di Buleleng Bali Rusak Diterjang Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

Belasan Rumah di Buleleng Bali Rusak Diterjang Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

Denpasar
Pria di Buleleng Curi Puluhan Senapan Angin untuk Modal Nikah

Pria di Buleleng Curi Puluhan Senapan Angin untuk Modal Nikah

Denpasar
Mason Elephant Park: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Daya Tarik

Mason Elephant Park: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Daya Tarik

Denpasar
Mara River Safari Lodge, Sensasi Unik Menginap dengan Suasana Afrika

Mara River Safari Lodge, Sensasi Unik Menginap dengan Suasana Afrika

Denpasar
Pelaku Pelecehan Seksual pada Siswa SD Tertangkap Usai Rekan Korban Memotret Wajahnya

Pelaku Pelecehan Seksual pada Siswa SD Tertangkap Usai Rekan Korban Memotret Wajahnya

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.