Kisah Pria di Bali, Pernah Tinggalkan Anak demi Jadi PMI, Kini Mengasuh Bayi-bayi Telantar

Kompas.com - 02/04/2022, 05:30 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com- Mother, don't worry, I'm fine. Promise to see you this summer. This time there will be no delay. Mother, how are you today?

Sepenggal lirik lagu yang dipopulerkan Maywood ini lirih disenandungkan oleh AP (8), ketika Kompas.com masuk ke rumah Yayasan Sayangi Bali (YSB) di Jalan Subak Dalem, Gatsu Tengah, Denpasar.

Baca juga: Diduga Edarkan Sabu, Seorang Kepala Dusun di Karangasem Bali Ditangkap Polisi

AP adalah salah satu anak telantar yang diasuh oleh yayasan tersebut. Anak perempuan berusia 8 tahun ini ditinggal pergi oleh ibunya sejak terlahir ke dunia.

Perjuangan AP untuk hidup dimulai sejak dari dalam kandungan. Diduga, sang ibu yang tidak ingin buah hatinya itu lahir ke dunia melakukan segala upaya untuk menggugurkan kandungnya.

Jalan hidup berkata lain, AP lahir secara cesar di RSUD Wangaya, Denpasar pada tahun 2014 silam dalam kondisi cacat. Kaki dan tangannya mengalami kelumpuhan.

"Dulu mungkin dia (ibu AP) karena dalam keadaan panik, konsultasi pada orang yang salah (untuk mengugurkan kandungan), disuruh kamu harus minum jamu ini obat itu akhirnya pertumbuhan (bayi dalam kandungan) enggak sempurna," kata Dewa Putu Wirata selaku Ketua YSB, Jumat (1/3/2022).

Baca juga: Polisi Akan Jemput Calon Tersangka Penipuan 29 PMI Asal Bali yang Terkatung-katung di Turki

Wirata mengatakan, AP lahir dalam keadaan kedua kaki dan tangan bengkok, serta pinggul bergeser. Dia sudah menjalani operasi sejak berusia 5 bulan. Tapi kaki dan tangannya masih belum bisa bergerak.

"Dia sampai sekarang masih seratus persen bergantung pada perawat. Ini pun sudah operasi sampai ke Singapura tapi masih belum bisa," kata Wirata.

Baca juga: Harga Pertamax di Bali Naik Jadi Rp 12.500 Per Liter, Warga Pilih Beralih ke Pertalite

ilustrasi bayiUnsplash/Omar Lopez ilustrasi bayi
Asuh 57 bayi telantar

Bukan cuma AP yang diasuh oleh pendiri YBS ini. Sejak yayasan berdiri pada tahun 2012 lalu, Wirata sudah mengasuh 57 bayi telantar.

Dari jumlah itu, ada 45 bayi yang sudah diadopsi oleh orangtua angkat.

Kini, YBS hanya mengasuh 9 bayi dan 3 anak telantar. Selain AP, ada dua anak lainnya yang juga mengalami cacat, yakni B berusia 7 tahun dan MC berusia 1 tahun lebih.

Baca juga: Pulang Berkebun, Kakek di Bali Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kandang Sapi

Di rumah dua lantai ini, Wirata memperkerjakan 9 orang lulusan perawat untuk membantu mengasuh bayi dan anak-anak telantar tersebut.

Pernah menjadi PMI, jauh dari anak

Tak pernah terbayang oleh Wirata sebelumnya, jika dia bisa sejauh ini mengasuh bayi-bayi yang ditelantarkan orangtuanya.

Dahulu, Wirata mengaku tidak terlibat penuh dalam mengasuh tiga anak kandungnya karena memilih menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang dan Korea.

"Saya punya anak tiga. Justru saya saya tidak pernah ikut merawat. Karena begitu anak pertama lahir, saya tinggal ke Jepang. Pulang, lahir anak kedua saya ke Jepang lagi. Pulang, lahir anak ke tiga saya ke Korea Selatan, jadi sejak kecil mereka lebih banyak istri yang menangani," katanya.

Baca juga: Pengusaha Jepang Lirik Investasi Wisata Kesehatan di Bali

Pulang ke Bali

Pada tahun 2005, Wirata memutuskan untuk pulang ke Bali dan mulai bekerja sebagai pemandu wisata.

Saat memandu para turis keliling di Bali, dia menemukan sisi lain kehidupan sosial di balik gemerlap pariwisata di Bali. Banyak anak-anak yang menderita penyakit tapi tidak mendapat perawatan medis.

Dia kemudian memanfaatkan jaringannya untuk mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak tersebut. Hingga pada tahun 2012, dia percaya oleh Dinas Sosial Bali untuk mengasuh seorang bayi telantar.

Dia bersama anak dan istrinya merawat bayi tersebut di rumahnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 31 Maret 2022

 

 

Berselang beberapa bulan kemudian, terjadi tiga kasus pembuangan bayi di Denpasar.

Dinsos Bali kembali meminta Wirata untuk mengasuh bayi-bayi tersebut, karena saat itu belum ada lembaga atau yayasan untuk menampung bayi telantar di Denpasar.

"Mau tidak mau karena sudah kandung janji dalam hati. Tiga bayi itu kita terima untuk diasuh di rumah. Karena merawat empat bayi cukup susah, kami akhirnya merekrut seorang perawat," katanya.

Baca juga: Pulang Berkebun, Kakek di Bali Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kandang Sapi

Agar jiwa sosialnya tidak melanggar hukum, dia bersama saudaranya kemudian membentuk YBS sebagai tempat mengasuk bayi-bayi telantar. Hingga saat ini YBS masih bersandar pada bantuan donatur untuk membiayai perawatan dan membayar gaji para perawat.

Wirata memastikan bayi dan anak tersebut dirawat dengan baik. Dari uang yang didonasikan, ia membeli seluruh kebutuhan anak dan bayi dengan kualitas tinggi.

Ia juga memasang CCTV di setiap ruang perawatan bayi mencegah hal yang tak diinginkan terjadi.

"Kita berharap para orangtua tidak menelantarkan anak mereka, saya yakin ada cara untuk merawat anak. Kita sangat berharap jangan ada bayi yang dititipkan lagi karena merawat 9 bayi ini tidak mudah," katanya.

Ia menambahkan, orangtua atau keluarga bisa mengambil bayinya asalkan proses hukumnya sudah inkrah dan mampu secara ekonomi maupun matang secara psikologi.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 31 Maret 2022

Selain itu bayi dan anak bisa juga diadopsi orangtua angkat apabila memenuhi beberapa syarat, yakni calon orangtua belum memiliki anak, usia pernikahan minimal lima tahun, dan mampu secara ekonomi.

"Untuk mengadopsi anak telantar prosesnya panjang. Karena polisi menyelidiki dulu keberadaan orangtuanya, buang bayi ini kan pidana, kasus hukumnya pun berlaku surut. Kalau polisi benar-benar sudah memastikan bayi itu tidak ditemukan orangtuanya baru dikeluarkan surat (rekomendasi ke Dinsos)," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 26 November 2022 : Pagi Berawan. Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 26 November 2022 : Pagi Berawan. Sore Hujan Ringan

Denpasar
Modus Retas Akun Media Sosial, Pria di Bali Tipu Istri Pekerja Migran Indonesia Rp 7,6 Juta

Modus Retas Akun Media Sosial, Pria di Bali Tipu Istri Pekerja Migran Indonesia Rp 7,6 Juta

Denpasar
Disnaker: UMP 2023 Bali Naik Rp 196.701

Disnaker: UMP 2023 Bali Naik Rp 196.701

Denpasar
Terjebak di Tengah Sungai yang Meluap, 2 Warga di Karangasem Dievakuasi Pakai Tali

Terjebak di Tengah Sungai yang Meluap, 2 Warga di Karangasem Dievakuasi Pakai Tali

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 25 November 2022 : Siang Hujan Ringan, Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 25 November 2022 : Siang Hujan Ringan, Malam Berawan

Denpasar
Cerita Romantis Atlet Buleleng, Lamar Kekasih di Atas Podium Usai Pengalungan Medali Porprov Bali

Cerita Romantis Atlet Buleleng, Lamar Kekasih di Atas Podium Usai Pengalungan Medali Porprov Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 24 November 2022 : Pagi Hujan Ringan, Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 24 November 2022 : Pagi Hujan Ringan, Malam Berawan

Denpasar
Mengenal Pulau Alor: Letak, Kondisi Geografis, Suku, dan Wisata

Mengenal Pulau Alor: Letak, Kondisi Geografis, Suku, dan Wisata

Denpasar
Pria di Bali yang Aniaya dan Cabuli Anak Pacarnya Divonis 13 Tahun Penjara

Pria di Bali yang Aniaya dan Cabuli Anak Pacarnya Divonis 13 Tahun Penjara

Denpasar
Kasus Pengadaan Masker Covid-19 Dinsos Karangasem, 2 Rekanan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Kasus Pengadaan Masker Covid-19 Dinsos Karangasem, 2 Rekanan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 23 November 2022 : Sore dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 23 November 2022 : Sore dan Malam Hujan Ringan

Denpasar
Curi Anjing lalu Dijual Lagi ke Pemilik, Pemuda di Bali Divonis 110 Hari Penjara

Curi Anjing lalu Dijual Lagi ke Pemilik, Pemuda di Bali Divonis 110 Hari Penjara

Denpasar
Viral, Dua Pelajar di Buleleng Duel gara-gara Ujian Sekolah

Viral, Dua Pelajar di Buleleng Duel gara-gara Ujian Sekolah

Denpasar
Pasutri di Jembrana Curi Motor 6 Kali, Mengaku untuk Obati Ibu yang Sakit

Pasutri di Jembrana Curi Motor 6 Kali, Mengaku untuk Obati Ibu yang Sakit

Denpasar
WN Polandia di Bali Dideportasi Usai Terlibat Kasus Skimming

WN Polandia di Bali Dideportasi Usai Terlibat Kasus Skimming

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.