DENPASAR, KOMPAS.com - Pemuda berinisial ECB (24) ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar karena mengedarkan narkoba dalam bentuk cookies atau kue.
Kepala Polisi Resor (Kapolresta) Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan tersangka mendapatkan narkoba dari China yang dikirim dalam bentuk serbuk yang mengandung ABD-FUBIATA atau MDMB-FUBINACA.
Baca juga: Pembuat Narkoba Cookies Ditangkap di Denpasar, Bahan Baku Didapat dari China
Tersangka lalu memprosesnya, mencampur bahan baku narkoba itu dengan adonan kue.
Adonan lalu dibentuk sesuai selera dan dipanggang di oven sampai matang.
"Tersangka di sini membuat narkoba yang dicampur sehingga membentuk kue atau kue cookies yang mengandung narkotika golongan I," kata Bambang saat menggelar jumpa pers di rumah tersangka, Rabu (6/5/2022).
Baca juga: Pembuat Narkoba Cookies Ditangkap di Denpasar, Bahan Baku Didapat dari China
Tersangka membuat 100 buah kue dan dikirim menggunakan jasa kurir paket.
Paket dikirim untuk seseorang yang berada di luar Bali.
Sebagian kue tidak dikirim, namun untuk dikonsumsi sendiri.
"Dari keterangan tersangka disuruh oleh seseorang bernama Dimas (DPO) untuk membuat kue mengandung narkotika pada awal Maret 2022 sejumlah 100 buah. Kue tersebut dikirim oleh tersangka 80 buah melalui JNE dan 20 untuk dikonsumsi sendiri," kata Bambang.
Baca juga: Polda NTT Tangkap Terduga Kurir Narkoba yang Baru Tiba dari Makassar
Penangkapan tersangka ECB dilakukan setelah adanya laporan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali terkait transaksi narkoba di Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar Selatan, Jumat (1/4/2022).
Tersangka kedapatan mengambil paketan berbungkus kresek putih yang diletakkan di bawah sebuah pohon pisang di pinggir jalan.
"Saat diinterogasi, tersangka mengaku mempunyai kue yang mengandung narkotika yang sudah jadi dan disimpan di tempat tinggal tersangka," kata Bambang.
Baca juga: Lokasi Vaksin Booster di Bali April 2022: Cara Mendaftar, Jadwal, dan Jenis Vaksin
Polisi lalu menggeledah rumah tersangka dan menemukan barang bukti berupa 19 potong kue warna krem berat bersih 26,97 gram, satu plastik klip berisi serbuk kuning berat bersih 14,94 gram, dan satu plastik klip berisi serbuk warna cream berat bersih 1,68 gram.
Barang bukti lainnya, yakni satu buah timbangan elektrik, satu buah kompor gas, satu gelas stainless, satu buah sendok stainless, satu buah korek api gas, satu buah botol liquid vape, satu buah pipa kaca, dan satu buah HP iPhone
Rupanya tersangka adalah residivis kasus serupa pada 2018.
Baca juga: Propam Polda Kalsel Periksa Polisi Penembak Penyalah Guna Narkoba Saat Ditangkap
Kepala Unit (Kanit) Narkoba Lab Forensik Denpasar, Kompol Imam Mahmudi mengatakan, dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti yang disita dari tersangka mengandung narkotika golongan I.
"Barang tersebut sudah kita periksa mengandung narkotika dengan senyawa sintetik yaitu MDMP-FUBINACA di Permenkes nomor urut 175 sebagai narkotika golongan I," kata Mahmudi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, ABD-FUBIATA atau MDMB-FUBINACA tercatat sebagai narkotika golongan I dengan nomor 175.
Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan dua Pasal yakni Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tentang Narkotika. Ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Bali, Yohanes Valdi Seriang Ginta | Editor: Priska Sari Pratiwi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.