10 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Berwisata di Bali

Kompas.com - 22/05/2022, 07:33 WIB

KOMPAS.com - Kondisi pandemi di Indonesia yang semakin membaik juga diikuti dengan dibukanya kembali pintu bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Bali.

Tentunya hal ini disambut dengan gembira oleh pengelola destinasi wisata maupun wisatawan baik domestik dan mancanegara.

Baca juga: Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Namun pemerintah kembali mengingatkan agar wisatawan memperhatikan aturan di Bali selama menikmati berbagai destinasi wisata.

Hal ini dilakukan dengan berkaca dari beberapa kejadian kurang mengenakkan yang dilakukan wisatawan yang dinilai belum dapat memahami aturan yang berlaku di tempat wisata yang sedang dikunjungi.

Baca juga: Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, Wagub: Kami Usul Bali Diberi Status Endemi

Dikutip dari unggahan Reels di Instagram Kemenparekraf, berikut hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Bali.

Baca juga: Aksi Influencer Rusia Ini Berujung Deportasi dari Bali

1. Memperhatikan aturan setempat

Pengelola destinasi wisata dan pemandu akan menginformasikan secara lengkap dan menyebarluaskan ke wisatawan terkait aturan yang harus dipatuhi agar wisatawan mancanegara maupun domestik tahu apa saja yang harus dilakukan dan dihindari.

Wisatawan sendiri boleh melengkapi dengan mencari informasi terlebih dahulu dari internet terkait dengan kode etik dan adat istiadat destinasi wisata atau sentra ekonomi kreatif yang akan dikunjungi.

2. Menggunakan pakaian sesuai tempatnya

Bali merupakan salah satu destinasi yang masih menjunjung tinggi norma dan adat istiadat yang tinggi.

Wisatawan yang berkunjung ke pura atau tempat suci lainnya, bisa menggunakan sarung atau kain dan menggunakan atasan yang tidak terlalu terbuka.

3. Menerapkan protokol kesehatan dan menaati persyaratan perjalanan

Wisatawan wajib mengikuti kebijakan penerapan protokol kesehatan dan memperbaharui informasi terkait regulasi persyaratan perjalanan darat, laut, dan udara.

Hal ini tentunya diperlukan demi kelancaran wisatawan saat masuk ke Bali dan menikmati tiap destinasi wisata.

Ilustrasi wisatawan di Bali.DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Ilustrasi wisatawan di Bali.

4. Harus memiliki Surat Izin Mengemudi

Beberapa lokasi di Bali menyediakan kendaraan yang bisa disewa tanpa sopir pribadi, baik kendaraan roda dua maupunn roda empat.

Namun harus diingat bahwa Surat Izin Mengemudi nasional maupun internasional wajib dimiliki bagi mereka yang ingin mengemudikan kendaraan di destinasi wisata yang akan dikunjungi.

5. Mengabadikan momen dan membeli cinderamata

Mengabadikan momen terbaik saat berwisata di Bali dan memberikan ulasan terbaik bisa menjadi referensi bagi wisatawan lain.

Wisatawan juga bisa mendukung bangkitnya ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan membeli cinderamata kreatif lokal.

6. Dilarang melanggar perundang-undangan dan adat yang berlaku

Wisatawan dilarang melakukan pelanggaran hukum baik undang-undang maupun adat.

Pelanggaran undang-undang contohnya adalah penyalahgunaan narkoba.Pemerintah akan menindak keras dan tegas bagi pengedar dan segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Pelanggaran hukum adat contohnya menyalahi aturan yang ditentukan pada saat kegiatan adat tengah berlangsung, contohnya membuat kegaduhan ketika Nyepi.

Pecalang atau petugas pengamanan desa adat di Bali memantau situasi jalan raya saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di wilayah Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, Kamis (3/3/2022). Pengamanan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di desa tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu dalam menjalani catur brata penyepian dengan tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menyalakan api (amati geni) dan tidak bersenang-senang (amati lelanguan) selama 24 jam yakni mulai Kamis (3/3/2022) pukul 06.00 WITA hingga Jumat (4/3/2022) pukul 06.00 WITA.Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo Pecalang atau petugas pengamanan desa adat di Bali memantau situasi jalan raya saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di wilayah Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, Kamis (3/3/2022). Pengamanan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di desa tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu dalam menjalani catur brata penyepian dengan tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menyalakan api (amati geni) dan tidak bersenang-senang (amati lelanguan) selama 24 jam yakni mulai Kamis (3/3/2022) pukul 06.00 WITA hingga Jumat (4/3/2022) pukul 06.00 WITA.

7. Tidak dianjurkan menggunakan plastik sekali pakai

Wisatawan dianjurkan untuk menggunakan perlengkapan yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Oleh karenanya, penggunaan plastik sekali pakai sangat tidak dianjurkan.

Hal ini adalah salah satu cermin wujud nyata penerapan strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang berbasis berkelanjutan untuk menjaga lingkungan yang berkualitas.

8. Dilarang menyebarkan berita hoax

Wisatawan diminta lebih bijak membagikan ulasan maupun postingan yang hendak diunggah ke sosial media.

Bagikanlah cerita pengalaman traveler dengan bijak, sehingga bisa jadi ulasan positif yang bermanfaat bagi sesama.

9. Dilarang merusak tempat dan fasilitas publik di destinasi wisata

Menjaga fasilitas di tempat umum adalah kewajiban bersama, baik bagi masyarakat setempat maupun wisatawan.

Berhati-hatilah dalam mengunjungi tempat-tempat wisata dan jangan sesekali merusak tempat tersebut dengan sembarangan menginjak tanaman atau melakukan vandalisme.

Ilustrasi pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19DOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19

10. Menghormati norma dan adat istiadat setempat

Sudah menjadi kewajiban wisatawan untuk menghormati dan menghargai budaya setempat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berbicara dan berperilaku sopan. Hal ini bisa dilakukan dengan tersenyum dan memberikan salam.

Kemudian wisatawan juga diminta untuk selalu memperhatikan budaya masyarakat dengan tidak menginjak persembahan atau canang sari yang merupakan salah satu cara masyarakat Bali untuk menghormati leluhur, menunjukkan syukur, dan memohon keberkahan.

Hal ini karena wisatawan akan sering menemukan sesajen baik berupa persembahan atau canang sari di area publik atau depan restoran.

Sumber: Instagram Kemenparekraf

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berawal dari Akun TikTok, Polisi Ringkus Pencuri Modus Bugil di Bali

Berawal dari Akun TikTok, Polisi Ringkus Pencuri Modus Bugil di Bali

Denpasar
2 Penjambret yang Sasar Turis Asing di Bali Diringkus, Modus Tawarkan Jasa Transportasi

2 Penjambret yang Sasar Turis Asing di Bali Diringkus, Modus Tawarkan Jasa Transportasi

Denpasar
119 Kosmetik Tanpa Izin Edar di Buleleng dan Jembrana Disita, Ada Parfum hingga Lipstik

119 Kosmetik Tanpa Izin Edar di Buleleng dan Jembrana Disita, Ada Parfum hingga Lipstik

Denpasar
Sekuriti di Bali Racik Ganja Campur Cokelat, Hasilnya Hendak Dikirim ke Lapas di Palembang

Sekuriti di Bali Racik Ganja Campur Cokelat, Hasilnya Hendak Dikirim ke Lapas di Palembang

Denpasar
Rumah di Buleleng Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 100 Juta

Rumah di Buleleng Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 100 Juta

Denpasar
Motor Tertabrak Saat Mendahului Truk di Buleleng, 1 Korban Tewas

Motor Tertabrak Saat Mendahului Truk di Buleleng, 1 Korban Tewas

Denpasar
Tepis Pernyataan Senator Australia soal Kotoran Sapi di Bali, Koster: Itu Bohong

Tepis Pernyataan Senator Australia soal Kotoran Sapi di Bali, Koster: Itu Bohong

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 8 Agustus 2022 : Siang dan Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 8 Agustus 2022 : Siang dan Malam Cerah Berawan

Denpasar
Bebas dari Penjara, WNA Malaysia yang Terlibat Kasus Penyelundupan Sabu ke Bali Dideportasi

Bebas dari Penjara, WNA Malaysia yang Terlibat Kasus Penyelundupan Sabu ke Bali Dideportasi

Denpasar
Profil Kota Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali

Profil Kota Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 7 Agustus 2022 : Pagi hingga Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 7 Agustus 2022 : Pagi hingga Sore Berawan

Denpasar
Liburan di Bali Gagal, Sebastian Powell Dipulangkan ke Jerman Usai Tulis soal Antrean 5 Jam di Bandara

Liburan di Bali Gagal, Sebastian Powell Dipulangkan ke Jerman Usai Tulis soal Antrean 5 Jam di Bandara

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 5 Agustus 2022 : Siang hingga Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 5 Agustus 2022 : Siang hingga Malam Berawan

Denpasar
WN Jerman yang Tulis soal Antrean 5 Jam di Bandara Dipulangkan, Hanya 7 Hari Berlibur di Bali

WN Jerman yang Tulis soal Antrean 5 Jam di Bandara Dipulangkan, Hanya 7 Hari Berlibur di Bali

Denpasar
Nakes di Buleleng Mulai Disuntik Vaksin Dosis Keempat

Nakes di Buleleng Mulai Disuntik Vaksin Dosis Keempat

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.