Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Narkotika 1,6 Kg Berbentuk Permen dan Cokelat Diselundupkan ke Bali, Pakai Alamat Palsu

Kompas.com - 12/08/2022, 13:17 WIB

BADUNG, KOMPAS.com - Petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai, Bali, menggagalkan penyelundupan narkotika jenis hasis seberat 1,6 kilogram yang dikemas dalam bentuk permen dan cokelat.

Hanya saja, narkotika yang dikirim melalui jasa ekspedisi dari Amerika Serikat dengan alamat tujuan Ubud, Gianyar, Bali, itu menggunakan alamat palsu.

Baca juga: Selundupkan Ganja Cair ke Bali, Guru Asal Amerika Serikat Terancam 15 Tahun Penjara

Polisi hingga kini masih kesulitan mencari pelaku yang berperan sebagai penerima barang terlarang tersebut di Bali.

"Alamat penerima fiktif alias palsu jadi kita kesulitan. Tapi wilayah penerimanya di kawasan Ubud Gianyar," ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Ia mengatakan, setelah mendapat informasi dari pihak bea dan cukai, polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Baca juga: Cabuli Pelajar SMA di Atas Motor, Pengemudi Ojol di Bali Ditangkap

Namun, saat petugas melakukan control delivery (penyerahan yang diawasi) alamat tujuan paket tersebut tidak ditemukan.

"Saat ini pemilik paket tersebut masih kita dalami," kata dia.

Baca juga: Buat Onar di Bali, Mantan Anggota Marinir Jerman Dideportasi

Kepala Bea Cukai Ngurah Rai Mira Puspita Dewi di Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai mengatakan, pengungkapan kasus penyelundupan hasis tersebut pada Mei 2022.

Barang terlarang itu dikirim melalui jasa ekspedisi dan dimasukkan ke dalam kategori makanan.

Namun, dari hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan kandungan narkotika jenis hasis pada makanan ringan tersebut.

Baca juga: Kisah Suami Istri di Bali Jalankan Bisnis Video Porno 2 Tahun, Jadi Pemeran dan Raup Puluhan Juta Rupiah

"Ini merupakan hasil tangkapan NPP (Narkoba Psikotropika dan Prekursor) yang luar biasa beratnya, 1,6 kg dan ini adalah narkotika Golongan 1 yaitu hasis," kata dia saat ditemui Mapolres kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat.

Menurut dia, narkotika yang dikemas hampir menyerupai makanan ringan tersebut sangat berbahaya apabila diedarkan ke masyarakat dan dikonsumsi oleh anak-anak.

"Ini sangat berbahaya, bentuknya pun juga bentuk permen, cokelat, bentuk kerupuk kering. Ini yang kita enggak tahu anak-anak kita yang kemungkinan bisa saja mengonsumsi itu ini sangat berbahaya," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambil Dompet yang Tertinggal di Minimarket, 2 Pria di Bali Terancam 7 Tahun Penjara

Ambil Dompet yang Tertinggal di Minimarket, 2 Pria di Bali Terancam 7 Tahun Penjara

Denpasar
Uang Rp 654 Juta Anggota DPRD Klungkung Raib Usai Klik Tautan di FB, Polisi Akan Panggil Pihak Bank

Uang Rp 654 Juta Anggota DPRD Klungkung Raib Usai Klik Tautan di FB, Polisi Akan Panggil Pihak Bank

Denpasar
Selama Januari 2023, Pemkab Buleleng Catat 101 Kasus DBD

Selama Januari 2023, Pemkab Buleleng Catat 101 Kasus DBD

Denpasar
Pulang Merantau dari Australia, Pria di Bali Temukan Jenazah Ibu Sudah Mengering Dalam Rumah

Pulang Merantau dari Australia, Pria di Bali Temukan Jenazah Ibu Sudah Mengering Dalam Rumah

Denpasar
Nelayan di Buleleng Tewas Tenggelam Saat Antar Wisatawan Melihat Lumba-lumba

Nelayan di Buleleng Tewas Tenggelam Saat Antar Wisatawan Melihat Lumba-lumba

Denpasar
Bendungan Tamblang yang Diresmikan Jokowi Dibangun dengan Teknologi Inti Aspal, Apa Itu?

Bendungan Tamblang yang Diresmikan Jokowi Dibangun dengan Teknologi Inti Aspal, Apa Itu?

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 3 Februari 2023 : Siang hingga Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 3 Februari 2023 : Siang hingga Malam Hujan Ringan

Denpasar
Kronologi Uang Rp 654 Juta di Rekening Anggota DPRD Klungkung Bali Raib, Bermula Klik Link di Facebook

Kronologi Uang Rp 654 Juta di Rekening Anggota DPRD Klungkung Bali Raib, Bermula Klik Link di Facebook

Denpasar
Gubernur Koster Usul Nama Bendungan Tamblang Diganti Jadi Danu Kerthi, Ini Maknanya

Gubernur Koster Usul Nama Bendungan Tamblang Diganti Jadi Danu Kerthi, Ini Maknanya

Denpasar
Jokowi soal Usulan Jabatan Gubernur Ditiadakan: Rentang Kontrolnya Terlalu Jauh dari Pusat

Jokowi soal Usulan Jabatan Gubernur Ditiadakan: Rentang Kontrolnya Terlalu Jauh dari Pusat

Denpasar
Menteri PUPR Sebut Revitalisasi Stadion Piala Dunia U20 Hampir 100 Persen

Menteri PUPR Sebut Revitalisasi Stadion Piala Dunia U20 Hampir 100 Persen

Denpasar
Kala Jokowi Tiba-tiba Minta Rombongan Berhenti di Taman Bung Karno Buleleng...

Kala Jokowi Tiba-tiba Minta Rombongan Berhenti di Taman Bung Karno Buleleng...

Denpasar
Bertemu dan Dapat Bantuan dari Jokowi, PKL Pasar Anyar Bali: Saya Pakai untuk Perbaiki Gerobak

Bertemu dan Dapat Bantuan dari Jokowi, PKL Pasar Anyar Bali: Saya Pakai untuk Perbaiki Gerobak

Denpasar
Pencuri Laptop Milik Yayasan Pendidikan di Bali Ditangkap, Polisi: Pelakunya Karyawan Yayasan

Pencuri Laptop Milik Yayasan Pendidikan di Bali Ditangkap, Polisi: Pelakunya Karyawan Yayasan

Denpasar
Presiden Jokowi Resmikan Jalan Pintas Singaraja-Mengwitani Bali

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Pintas Singaraja-Mengwitani Bali

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.