Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengawas Proyek di Bali Tewas Tertindih Buis Beton, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kompas.com - 06/09/2022, 10:36 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Andi Hartik

Tim Redaksi

GIANYAR, KOMPAS.com - Seorang pengawas proyek pembangunan hotel, berinisial CSA (50), ditemukan tewas tertindih buis beton di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Payangan, AKP Putu Agus Adi Wijaya mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait penemuan jenazah korban pada Senin (5/9/2022) sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat ini, petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab korban tertindih buis beton dengan diameter lubang 1 meter dan tebal 10 sentimeter tersebut.

Baca juga: Wanita di Bali Dirampok Usai Berhubungan Badan dengan Pelaku, Saling Kenal lewat Medsos

"Menurut beberapa pekerja bahwa buis tersebut merupakan sisa (tidak terpakai) dan sudah berada di tempat tersebut kurang lebih 2 minggu," kata Wijaya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Wijaya mengatakan, keberadaan jenazah korban pertama kali diketahui oleh kondektur truk pengangkut pasir.

Baca juga: Viral Video Bapak-bapak di Gianyar Berkelahi di Jalan, Salah Satunya Ternyata Polisi

Saat itu, saksi hendak menurunkan pasir di lokasi tersebut dan melihat korban sudah dalam keadaan tertindih buis beton.

Sedangkan, berdasarkan keterangan salah satu saksi pekerja proyek, sekitar pukul 12.00 Wita, korban masih terlihat berdiri dengan jarak kurang lebih 100 meter dari tempatnya bekerja.

Namun, sejak jam makan dan istirahat, korban sudah tidak terlihat lagi.

Anasthasya Senator Australia Pauline Hanson sebut kotoran sapi bertebaran di Bali.

Kemudian, sekitar pukul 14.00 Wita, saksi mendengar sopir truk dan kondekturnya memanggil para pekerja karena melihat ada orang yang tertindih buis beton.

"Karena korban tidak bergerak dan diperkirakan sudah meninggal, maka para pekerja maupun saksi tidak berani mengangkat yang menimpa korban," kata Wijaya.

Wijaya mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Baca juga: Terjerat Utang dan Main Kripto, Motif WN Rusia Curi Motor di Gianyar

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Denpasar
147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Denpasar
WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

Denpasar
Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Polisi Gerebek 'Apotek' Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Polisi Gerebek "Apotek" Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Denpasar
Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Denpasar
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Denpasar
Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Denpasar
11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

Denpasar
Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com