Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pabrik Narkotika yang Dijalankan 3 WNA di Bali Disebut Beromzet Rp 4 Miliar

Kompas.com - 14/05/2024, 05:00 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com- Polisi menggerebek sebuah vila yang dijadikan pabrik pembuatan narkotika jenis ganja hidroponik dan mephedrone di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (2/5/2024) lalu.

Bisnis narkotika ini dijalankan oleh saudara kembar, berinisial IV (31) dan MV (31), asal Ukraina, yang berperan sebagai pemilik dan peracik. Mereka dibantu oleh, KK, pria asal Rusia yang bertindak sebagai pengedar.

Baca juga: 3 WNA yang Ubah Vila Jadi Pabrik Narkotika di Bali Ternyata Pakai Visa Investor

Menurut polisi, omzet bisnis barang terlarang yang dijalankan tiga orang Warga Negera Asing (WNA) ini mencapai Rp 4 miliar dalam bentuk kripto selama enam bulan.

"Yang penting kita amankan dalam kripto ada 4 miliar. Itu 6 bulan ada 4 miliar di kripto dia," ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa usai konferensi pers kasus tersebut di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (13/5/2024).

Ia mengatakan pabrik narkotika ini menghasilkan 10 kilogram ganja hidroponik dalam sekali panen dan 100 gram mephedrone dalam bentuk kristal dan serbuk dalam sekali produksi.

Baca juga: 3 WNA dalam Kasus Pabrik Narkoba Bali Terlibat dalam Sindikat Fredy Pratama

Dari hasil pemeriksaan sementara, IV dan MV belajar meracik barang terlarang tersebut secara otodidak melalui internet.

"Bahan-bahan beli dari online. Ada dari Cina, ada (biji ganja) dari Rumania. Dibawa langsung mereka dari Rumania ke Indonesia," katanya.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Wahyu Widada mengatakan pabrik narkotika yang dijalankan tiga WNA ini sudah berlangsung sejak September 2023.

Mereka menempati bangunan vila yang dilengkapi sebuah ruangan bawah tanah atau bunker sebagai tempat menanam ganja secara hidroponik dan meracik mephedrone serta ekstasi.

Kemudian, barang terlarang tersebut dipasarkan kepada pelanggan yang memesan melalui aplikasi grup Telegram bernama Hydra Indonesia.

Baca juga: 6 Bulan Terakhir Ada 3 Pabrik Narkoba Rumahan Produksi Happy Water yang Digerebak Polisi

Selanjutnya, KK meletakkan barang terlarang tersebut di pinggir jalan dengan kode khusus sesuai petunjuk yang disepakati.

"Ditempel di wilayah sini, mungkin kalau ada orang melihat, ini apa sih, orang kenal enggak tahu ternyata itu adalah kode untuk orang beli ini. Kita nanti bisa berkoordinasi dengan Kapolda juga tolong diawasi tempat-tempat yang lainnya, " kata Wahyu, Senin.

Selain menangkap tiga WNA tersebut, polisi berhasil meringkus seorang WNI, berinisial LM, bertindak sebagai operator dan pemegang rekening jaringan gembong narkoba internasional Fredy Pratama.

Baca juga: Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Dari tangan IV dan MV, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yakni sebuah alat cetak ekstasi, ganja hidroponik sebanyak 9.799 gram, mephedrone sebanyak 437 gram.

Selain itu, ratusan kilogram berbagai jenis bahan kimia prekursor dan beberapa peralatan pembuatan narkoba jenis mephedrone dan ganja hidroponik.

Sedangkan, dari KK ditemukan barang bukti berupa ganja sebanyak 382,19 gram, hashis 484,92 gram, kokain 107,95 gram, dan mefedrone 247,33 gram.

Kemudian, dari LM ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 6 kilogram.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kru Event Organizer di WWF Bali Curi Vespa Milik Temannya Sendiri

Kru Event Organizer di WWF Bali Curi Vespa Milik Temannya Sendiri

Denpasar
Karyawan di Bali Mengaku Dianiaya 2 WNA, Diperas Rp 400 Juta dan Mobil Disita

Karyawan di Bali Mengaku Dianiaya 2 WNA, Diperas Rp 400 Juta dan Mobil Disita

Denpasar
Anak di Karangasem Bali Diduga Aniaya Ibunya yang Lumpuh

Anak di Karangasem Bali Diduga Aniaya Ibunya yang Lumpuh

Denpasar
Istri Perwira TNI yang Unggah Dugaan Perselingkuhan Suami Menangis Saat Praperadilannya Ditolak

Istri Perwira TNI yang Unggah Dugaan Perselingkuhan Suami Menangis Saat Praperadilannya Ditolak

Denpasar
Kakak Adik Yatim Piatu Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan Tukad Bangkung Bali

Kakak Adik Yatim Piatu Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan Tukad Bangkung Bali

Denpasar
Diduga Racuni Anjing dan Jual Dagingnya, Pasutri di Buleleng Ditangkap Warga

Diduga Racuni Anjing dan Jual Dagingnya, Pasutri di Buleleng Ditangkap Warga

Denpasar
BIBU Lobi Prabowo-Gibran Wujudkan Bandara Bali Utara di Atas Laut

BIBU Lobi Prabowo-Gibran Wujudkan Bandara Bali Utara di Atas Laut

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Berawan

Denpasar
'Ramp Check' di Objek Wisata, Sejumlah Bus Pariwisata dari Luar Bali Ditemukan Tak Laik Jalan

"Ramp Check" di Objek Wisata, Sejumlah Bus Pariwisata dari Luar Bali Ditemukan Tak Laik Jalan

Denpasar
WN Inggris di Bali Curi Bra Seharga Rp 1,1 Juta untuk Pacarnya

WN Inggris di Bali Curi Bra Seharga Rp 1,1 Juta untuk Pacarnya

Denpasar
Bea Cukai Sita 658. 840 Batang Rokok Ilegal yang Hendak Diedarkan di Bali

Bea Cukai Sita 658. 840 Batang Rokok Ilegal yang Hendak Diedarkan di Bali

Denpasar
Hari Danau Sedunia yang Diusulkan Indonesia Disepakati dalam WWF Bali

Hari Danau Sedunia yang Diusulkan Indonesia Disepakati dalam WWF Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 24 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 24 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Denpasar
Korupsi dan Inefisiensi Ikut Hambat Penyaluran Air Bersih

Korupsi dan Inefisiensi Ikut Hambat Penyaluran Air Bersih

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com