Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Wisatawan Mancanegara Santap Olahan Ikan Gratis di Lovina Bali

Kompas.com - 20/05/2024, 14:17 WIB
Hasan,
Andi Hartik

Tim Redaksi

BULELENG, KOMPAS.com - Ribuan orang mencicipi makanan olahan daging ikan gratis di Pantai Lovina. Berbagai menu makan berbahan ikan laut itu tersaji dalam acara Buleleng Integrated Tourism Exhibition (BITE) 2024.

Tak hanya masyarakat lokal yang terlihat antusias, tanpak ratusan wisatawan mancanegara juga ikut berbaur menyantap hidangan ikan yang disiapkan.

Penggagas BITE 2024, Nyoman Arya Astawa mengatakan, pihaknya menyiapkan 200 kilogram daging ikan yang diolah menjadi berbagai menu, di antaranya sate ikan, pepes ikan, hingga pindang.

Baca juga: Disambut Jokowi di Gala Dinner WWF Bali, Puan: Pertemuan yang Ditunggu

Tak hanya kegiatan gemar makan gratis saja, kegiatan ini juga menghadirkan kuliner khas Buleleng lain. Berbagai kesenian tradisional Bali juga ditampilkan sebagai tontonan hiburan.

"Ini dilaksanakan sebagai ajang mengangkat kembali potensi pariwisata di Bali Utara yg selama ini masih terpendam," kata dia, Senin (20/5/2024).

Baca juga: Elon Musk di Pembukaan WWF Bali: Alien Mungkin Menamai Kita Air

"Jujur saya akui, Buleleng kaya akan kearifan lokal dan potensi budaya yang belum digarap secara maksimal. Kegiatan ini sebagai upaya pengenalan kembali. Makanan, tradisi budaya dan wisata kita," lanjut dia.

Ia menyebutkan, Lovina merupakan tonggak sejarah wisatawan di Buleleng, bahkan juga di Bali. Kegiatan ini diharapkan mengingatkan sejarah mengenai wisata.

"Banyak generasi muda lupa sejarah. Sejarah wisata di Buleleng titik nolnya ada di sini. Titik nol leluhur pariwisata Buleleng ada di sini. Selama ini kita lupa dengan sejarah ini," ujarnya.

Ia menambahkan, BITE akan terus digelar secara berkelanjutan. Selain itu, pihaknya juga berencana menggelar pementasan tari kolosal dengan mengangkat tema perang Banjar yang akan melibatkan 80 penari.

"Kami canangkan di high season, kami akan diskusi dengan semua komponen pariwisata. Mudah-mudahanan ini bisa kami lanjutkan. Apalagi saat ini sedang pemulihan wisata pasca-pandemi," tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Denpasar
147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Denpasar
WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

Denpasar
Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Polisi Gerebek 'Apotek' Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Polisi Gerebek "Apotek" Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Denpasar
Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Denpasar
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Denpasar
Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Denpasar
11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

Denpasar
Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com