Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ormas yang Bubarkan Diskusi PWF Dilaporkan ke Polda Bali

Kompas.com - 29/05/2024, 16:27 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com- Aliansi People's Water Forum (PWF) menempuh jalur hukum setelah kegiatan diskusi mereka di sebuah hotel di Denpasar, Bali, dibubarkan paksa oleh salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Ketua tim Kuasa Hukum PWF, Ignatius Radite mengatakan ormas tersebut dilaporkan ke polisi atas dugaan tindakan kekerasan fisik, pelecehan seksual, pencurian karya seni, dan intimidasi terhadap panitia dan peserta diskusi.

Baca juga: Dilarang Jadi Narasumber Diskusi Peoples Water Forum di Bali, Eks Hakim MK: Entah Apa yang Ditakutkan

"Kami dari tim bantuan hukum untuk demokrasi datang ke Polda Bali untuk melaporkan dan menindaklanjuti laporan kita. Pertama, kekerasan fisik dan pengeroyokan itu pasal 170 (KHUP), kedua melaporkan soal pencurian dengan kekerasan itu di pasal 362, 363, 365 (KUHP) dan terakhir soal perampasan kemerdekaan itu di pasal 333 KUHP," kata Ignatius pada Rabu (29/5/2024).

Ia mengatakan laporan tersebut juga disertai identitas terlapor atau pihak Ormas dan beberapa alat bukti berupa, seperti hasil visum korban, sertifikat kepemilikan karya seni bernilai puluhan juta rupiah dan video serta foto saat kejadian.

Baca juga: Kritik WWF Ke-10 Bali 2024, Diskusi Aktivis Lingkungan Dibubarkan Ormas

"Yang tidak kalah penting sebenarnya adalah kenapa kami melaporkan ini, karena peristiwa premanisme ini bukan pertama kali terjadi, kalau kita lihat dan kita ingat-ingat, ketika ada agenda-agenda demokrasi di Bali pasti ada ormas-ormas seperti itu yg melakukan penghadangan, intimidasi bahkan kekerasan," kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan membenarkan adanya laporan terhadap Ormas terkait kejadian pembubaran diskusi PWF, pada Senin 20 Mei 2024. Laporan diterima pihak Polda Bali pada Selasa (28/5/2024).

Jansen mengatakan penyidik masih belum memproses laporan tersebut lantaran ada kekurangan bukti formil dan materil. Di antaranya, bukti kepemilikan atau penguasaan barang atau kuasa dari pemilik barang dan foto dokumentasi pengambilan barang yang hilang.

"Sementara sambil menunggu pelapor melengkapi kekurangan tersebut untuk diproses lebih lanjut, SPKT memberikan Berita Acara Penerimaan Laporan Atau Pengaduan kepada pelapor," kata dia.

Jansen berharap pihak pelapor segera melengkapi barang bukti-bukti tersebut agar permasalahan ini segara diproses lebih lanjut.

"Polda Bali juga dipastikan akan memproses sesuai hukum yang berlaku terhadap siapapun yang terbukti bersalah dalam masalah ini," kata dia.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Denpasar
147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Denpasar
WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

Denpasar
Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Polisi Gerebek 'Apotek' Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Polisi Gerebek "Apotek" Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Denpasar
Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Denpasar
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Denpasar
Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Denpasar
11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

Denpasar
Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com