Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gudang yang Terbakar di Bali Diduga Jadi Tempat Pengoplosan Elpiji Bersubsidi

Kompas.com - 10/06/2024, 12:59 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Andi Hartik

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Gudang elpiji yang terbakar di Jalan Cargo II Nomor 6 Kelurahan Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, diduga jadi lokasi pengoplosan gas bersubsidi.

Hal tersebut terungkap setelah pihak Pertamina Patra Niaga wilayah Bali mengecek ke lokasi kejadian pada Minggu (9/6/2024).

"Diduga tempat tersebut merupakan tempat praktik pengoplosan dengan didapati tabung 3 kilogram, 12 kilogram dan 50 kilogram di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," kata Area Manager Communications, Relation dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, Senin (10/6/2024).

Baca juga: Detik-detik Kebakaran Gudang Elpiji di Bali, 7 Karyawan Disebut Lari dengan Tubuh Terbakar

Sementara itu, Panji Sani Darusman (34), warga setempat mengungkapkan, gudang elpiji tersebut sempat didatangi pihak Kepolisian Daerah (Polda Bali) sebelum peristiwa kebakaran itu terjadi.

Namun, beberapa personel polisi yang datang tersebut tidak sempat masuk ke dalam gudang lantaran dalam kondisi tertutup.

"Pernah Bapak dan Ibu polisi datang, sempat nanya-nanya juga ke saya. Mereka pakai mobil hitam doff tulisan Polda Bali. Kalau enggak salah ingat sekitar tahun lalu," katanya, Senin.

Baca juga: Gudang Gas Elpiji di Bali Terbakar, 4 Orang Karyawan Terluka

Ia mengatakan, gudang tersebut memang selama ini sangat tertutup. Bahkan, pemilik maupun karyawan yang bekerja di sana tidak pernah berkomunikasi dengan warga maupun pekerja perusahaan sekitar.

Dari pengamatannya, gudang tersebut sering didatangi truk dan mobil pikap bermuatan tabung gas elpiji. Dalam sehari, kurang lebih 10 kendaraan keluar masuk di gudang tersebut.

"Yang saya tahu, tiap hari itu truk, pikap, mondar-mandir masuk bawa gas, keluar bawa gas, karena emang saya enggak pernah lihat pintu (gerbangnya) terbuka. Selalu tertutup dan terkunci dari luar," kata dia.

Panji menduga, gudang elpiji tersebut sudah beroperasi kurang lebih lima tahun sebelum dia membuka usaha di lingkungan tersebut. Namun, dia tidak pernah diperkenankan untuk membeli gas di gudang tersebut.

"Kemarin lagi langka-langkanya gas pun, lagi saya sempat nanya bisa enggak saya beli, enggak ada pak, enggak bisa," katanya.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, gudang elpiji tersebut memiliki pagar tembok kurang lebih setinggi 1,5 meter. Selain itu, tampak juga empat buah kamera pengawas atau CCTV yang dipasang mengarah ke jalan masuk gang dan depan pagar.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat melanda sebuah gudang gas elpiji di Jalan Cargo II Nomor 6, Kelurahan Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, pada Minggu (9/6/2024) pagi.

Akibat kebakaran ini, 18 orang karyawan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Denpasar karena mengalami luka bakar serius.

Adapun data identitas para korban tersebut yakni, Wiri Sumardi, (35), Ahmad Tamyis Mujaki (25), Danu Sembara (31), dan Suherminadi, (47). Keempatnya dirawat di RSUD Mangusada Badung.

Kemudian, sebanyak 8 orang dirawat di RSUP Prof Ngurah (Sanglah) Denpasar, yakni Eko budi Santoso, Robiaprianus Amput, Ernus, Yolla Aldy, Mohamad Sofyan, Yudis aldyanto, Purwanto, dan Didik suryanto.

Berikutnya, Yoga Wahyu Pratama (24), M. Umar Effendi (34), dan Edi (34) dirawat di RS Surya Husada Ubung Kaja, Denpasar.

Selanjutnya, satu orang korban bernama Katiran dirawat di RSUD Wangaya. Sementara, dua orang lainnya bernama Yudi dan Diki dirawat di RS Bali Med Denpasar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Denpasar
147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Denpasar
WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

Denpasar
Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Polisi Gerebek 'Apotek' Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Polisi Gerebek "Apotek" Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Denpasar
Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Denpasar
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Denpasar
Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Denpasar
11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

Denpasar
Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com