Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Ultimatum Pengemudi Taksi Online Pemerkosa WN Brasil di Bali untuk Menyerahkan Diri

Kompas.com - 08/08/2023, 14:49 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Andi Hartik

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar mengultimatum pengemudi taksi online, berinisial WD, terduga pelaku pemerkosaan terhadap perempuan warga negera Brasil, GWL (26), untuk segera menyerahkan diri.

Pelaku diketahui kabur usai melakukan aksi tak senonoh terhadap korban di sebuah Jalan Nyangnyang, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (7/8/2023).

"Kita imbauan ke pelaku cepat menyerahkan diri jika tidak kita cari dan kita lakukan tindakan tegas terukur," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas pada Selasa (8/8/2023).

Baca juga: Turis Brasil di Bali Diduga Diperkosa Pengemudi Taksi Online, Polisi Bentuk Tim

Bambang mengatakan masih melakukan pengembangan dengan memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa yang menimpa turis asing tersebut.

Sementara itu, kondisi korban secara fisik sudah mulai membaik dan masih menjalani pendampingan psikologi.

"Kemarin kita sudah cek dengan dokter kita kondisinya sehat dan baik dan kita tetap melakukan pendampingan agar dia merasa aman dan nyaman di sini," kata dia.

Baca juga: Terlilit Utang Pinjol, Wanita di Bali Coba Bunuh Diri Bersama Anaknya

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur (Jatim) untuk ikut mencari keberadaan pelaku.

"Upaya yang dilakukan Polda Bali masih melakukan pencarian terhadap WD, alamat sesuai data di (perusahaan) ojol di Jember. Kita juga berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa yang menimpa korban berlangsung sekitar pukul 04.00-05.00 Wita.

Peristiwa ini bermula ketika korban memesan ojek online dengan titik penjemputan dari sebuah vila dengan tujuan ke vila tempatnya menginap.

Namun, dalam perjalanan, pelaku terus-menerus berbicara untuk mengalihkan perhatian korban dari peta rute tujuannya. Dia lalu membelokkan arah kendaraannya dan menuju ke sebuah tanah kosong di Jalan Nyangnyang.

Selanjutnya, pelaku memaksa korban dengan cara membanting tubuh korban, lalu mencekik leher dan membekap mulut korban. Korban sempat melakukan perlawanan dengan memukul kepala pelaku dengan boto air mineral.

Pelaku kemudian melakukan perbuatan tak senonoh terhadap turis asing tersebut. Setelah melakukan aksinya, pelaku mengantar korban ke vila tempatnya menginap.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ikuti Google Maps, Wisatawan Inggris Tewas Usai Motornya Terperosok ke Jurang di Buleleng

Ikuti Google Maps, Wisatawan Inggris Tewas Usai Motornya Terperosok ke Jurang di Buleleng

Denpasar
Luhut Persilakan Aktivis Demo Saat WWF Ke-10 2024 di Bali

Luhut Persilakan Aktivis Demo Saat WWF Ke-10 2024 di Bali

Denpasar
Mengenal Ritual Segara Kerthi, Kearifan Lokal Pemuliaan Air di Bali

Mengenal Ritual Segara Kerthi, Kearifan Lokal Pemuliaan Air di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 17 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 17 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Denpasar
8 Kepala Negara dan 105 Menteri Dipastikan Hadiri WWF ke-10 di Bali

8 Kepala Negara dan 105 Menteri Dipastikan Hadiri WWF ke-10 di Bali

Denpasar
Heboh soal 'New Moscow' di Peta Canggu Bali, Sandiaga: Di Jakarta Ada K-Town

Heboh soal "New Moscow" di Peta Canggu Bali, Sandiaga: Di Jakarta Ada K-Town

Denpasar
Menparekraf Sandiaga Uno Tak Setuju 'Study Tour' Ditiadakan

Menparekraf Sandiaga Uno Tak Setuju "Study Tour" Ditiadakan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 16 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 16 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Denpasar
Suku Lamalera, Pemburu Paus yang Ulung dari Lembata

Suku Lamalera, Pemburu Paus yang Ulung dari Lembata

Denpasar
Negara Maritim tapi Belum Ada Kapal Riset Laut Canggih, Luhut: Memalukan

Negara Maritim tapi Belum Ada Kapal Riset Laut Canggih, Luhut: Memalukan

Denpasar
Minta Prabowo Tak Bawa Orang 'Toxic', Luhut: Jangan Ada Menteri 'Track Record' Tidak Bagus

Minta Prabowo Tak Bawa Orang "Toxic", Luhut: Jangan Ada Menteri "Track Record" Tidak Bagus

Denpasar
Viral Nama New Moscow di Peta Canggu Bali, Polisi: Cuma Orang Iseng

Viral Nama New Moscow di Peta Canggu Bali, Polisi: Cuma Orang Iseng

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Rabu 15 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Rabu 15 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Menilik Lab Narkoba Rahasia di Bali, Barang Terlarang Diracik di Bunker Vila

Menilik Lab Narkoba Rahasia di Bali, Barang Terlarang Diracik di Bunker Vila

Denpasar
9.477 Delegasi dari 104 Negara Hadir di WWF 2024 Bali

9.477 Delegasi dari 104 Negara Hadir di WWF 2024 Bali

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com