Salin Artikel

Bali Bersiap Sambut Kedatangan Wisatawan Asing Saat Kasus Positif Covid-19 Melonjak

Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, pembukaan kedatangan internasional secara langsung ke Bali memberikan tantangan besar terhadap pengendalian Covid-19 di Pulau Dewata.

Apalagi, kasus harian positif Covid-19 di Bali melonjak tinggi sejak pertangahan Januari 2022.

"Kasus (Covid-19) tinggi beberapa hari terakhir, sudah hampir dua minggu," kata Rentin saat ditemui Kompas.com di Kantor BPBD Bali, Rabu (2/2/2022).

Data kasus Covid-19 di Bali

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Provinsi Bali, kasus harian positif meningkat tajam sejak dua minggu terakhir.

Padahal, pada pekan pertama hingga kedua Januari 2022, Bali masih mencatatkan rata-rata di bawah 100 kasus harian positif dalam sehari.

Pada Rabu (26/1/2022), kasus harian positif Covid-19 di Bali bertambah sebanyak 139.

Selanjutnya, Kamis (27/1/2022), kasus harian positif dilaporkan sebanyak 212 kasus dan 311 kasus pada Jumat (28/1/2022).

Peningkatan kasus Covid-19 di Pulau Dewata tak berhenti sampai di situ. Pada Sabtu (29/1/2022), kasus positif dilaporkan sebanyak 325 kasus, sedangkan pada Minggu (30/1/2022) kasus harian positif mencapai 359 kasus.

Sementara itu, kasus Covid-19 pada 15 Desember 2021 di Bali atau saat Omicron terdeteksi di Indonesia masih berada di angka sembilan. Artinya, kasus harian positif pada 30 Januari 2022 naik 3.889 persen.

Kasus harian positif Covid-19 di Bali sempat turun pada Senin (31/1/2022). Saat itu kasus dilaporkan sebanyak 294. Namun, kasus harian kembali melonjak pada Selasa (1/2/2022) sebanyak 715 kasus.

Di tengah meningkatnya kasus tersebut, kasus aktif di Bali kembali ke angka 2.538 kasus per Selasa (1/2/2022).

Ribuan kasus positif itu tersebar di RS Rujukan Covid-19 sebanyak 407 kasus atau 16,04 persen, Isolasi Terpusat sebanyak 724 kasus atau 28,53 persen, dan isolasi mandiri sebanyak 1.407 atau 55,43 persen.

Bali memiliki tempat isolasi terpusat dengan kapasitas 1.335 tempat tidur. Dengan peningkatan kasus yang terjadi, tempat isolasi terpusat itu sudah terisi sebanyak 724 tempat tidur atau 54,23 persen.

"Tersisa 611 tempat tidur atau 45,77 persen," kata Rentin yang juga Plt Kadis Kesehatan tersebut.

Seluruh tempat tidur itu tersebar di 87 tempat isolasi terpusat di seluruh Kabupaten Kota dan Provinsi Bali.


Penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Bali

Rentin membeberkan beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu peningkatan kasus Covid-19 di Bali. Di antaranya meningkatnya mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

"Pertama klaster pelaku perjalanan dalam negeri, karena kan Bali selalu primadona, beberapa kegiatan dilaksanakan di Bali. Kementrian lembaga berkegiatan di Bali, kemudian beberapa pemerintah daerah lain study banding ke Bali," kata Rentin.

"Termasuk kami beberapa kali didatangi oleh teman-teman dari Sulawesi lah, dari Manado lah, dari Sumatera lah, ketika mereka selesai berkegiatan di Bali," lanjut Rentin.

Rentin mengatakan, setelah kegiatan berakhir, para peserta melakukan tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan. Hasilnya sebagian dari peserta dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Rentin mengatakan, Satgas Covid-19 lalu bergerak cepat dengan melakukan tracing dan mengevakuasi pasien ke isolasi terpusat berbayar.

"Syarat perjalanan mereka pulang ke daerah asalnya kan harus tes (Covid-19), di saat tes itulah kita temukan ada yang positif (Covid-19)," kata Rentin.

Selain mobilitas PPDN, terinfeksinya sejumlah siswa saat kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) juga menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus Covid-19 di Bali.

"Yang tidak bisa kita pungkiri, ada anak-anak kita di skeolah yang positif. Salah satu di SMA di denpasar misalnya," tuturnya.

Rentin mengaku sudah berkoodinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali untuk mengatasi persoalan itu.

"Jika ditemukan jumlah yang terkonfirmasi posiitif dalam satu sekolah, sesuai SKB 4 menteri kan ada ketentuan, dan sewajarnya sekolah harus menghentikan PTM kurang lebih 14 hari ke depan," kata dia.


Optimistis bisa kendalikan Covid-19

Ia pun optimistis kasus Covid-19 di Bali bisa dikendalikan meski enam wisman asal Jepang sudah dijadwalkan tiba di Bali pada Kamis (3/2/2022).

Seluruh wisman yang nanti tiba di Bali dan menjalani karantina dipantau langsung oleh satgas Covid-19 dan Polda Bali. Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka tertib dan disiplin menjalani ketentuan yang berlaku.

Wisatawan mancanegara itu akan diwajibkan mengunduh aplikasi monitoring Presisi yang dibuat oleh Polri untuk memudahkan dalam melakukan pengawasan.

"Sejauh ini Polda Bali sudah melakukan persiapan teknisnya seperti apa, pelaporannya seperti apa," kata dia.

"Intinya pelaku perjalanan dalam negeri yang sedang menjalani karantina jangan sampai keluar yang dimungkinkan adanya penularan penyerabaran virus kendati pun hasil PCR sudah negatif," lanjutnya.

Rentin memastikan, seluruh hotel tempat karantina wisman yang tersebar di kawasan Nusa Dua Kabupaten Badung, Sanur Kota Denpasar, dan Ubud Kabupaten Gianyar semuanya sudah dalam kondisi siap.

Rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 juga sudah siap siapa jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Di Bali, dari total 62 rumah sakit rujukan Covid-19, yang kita persiapkan khusus untuk PPLN itu ada 19. Itu tersebar ada di Ubud, Sanur, Nusa Dua, di bawah koordinasi RSUP Sanglah," tuturnya.

Sementara, untuk warga Bali, Rentin mengimbau agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan memaksimalkan vaksinasi Covid-19.

"Tetap patuh protokol kesehatan, dan maksimalkan vaksinasi. Karena terbukti sesuai dengan data dari satgas Covid-19 nasional. Lebih dari 80 persen ketika kita sudah vaksin, sangat efektif untuk menangkal penularan Covid-19 dan 73 persen lebih mengurangi risiko kematian," jelasnya.

https://denpasar.kompas.com/read/2022/02/02/190134778/bali-bersiap-sambut-kedatangan-wisatawan-asing-saat-kasus-positif-covid-19

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke