Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anandita Ragu Masuk STIP Usai Kakaknya Tewas Dianiaya Senior

Kompas.com - 09/05/2024, 12:26 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Reni Susanti

Tim Redaksi

 

KLUNGKUNG, KOMPAS.com - Kadek Anandita Pradnya Swari (16), masih diselimuti kesedihan setelah kakaknya, Putu Satria Ananta Rustika (19), meninggal di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Dalam suasana duka itu, Anandita teringat nasehat kakaknya yang biasa disapa Rio itu agar mengikuti jejaknya melanjutkan pendidikan di STIP Jakarta.

Menurut Ni Nengah Rusmini, ibu kandung Rio, putra sulungnya itu sempat meminta Anandita agar masuk tim Paskibraka untuk melatih ketahan fisik sebelum masuk STIP.

Baca juga: Menhub Hilangkan Atribut Kepangkatan Imbas Senioritas Berujung Maut di STIP

"Adik ikut kakak ya, kayak kakak pokoknya harus kayak kakak, kalau mau harus belajar ikut Paskibra aja dulu biar mental sama fisiknya bisa," kata Rusmini meniru nasehat Rio kepada sang adik saat dijumpai di rumahnya di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis (9/5/2024).

Rusmini mengaku Anandita mendapatkan tawaran beasiswa sekolah kedinasan dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Tadi Pak Menteri janji akan mengevaluasi dan mengubah sistem pendidikan. Mudah-mudahan kalau memang diubah humanis, kekerasan tidak ada lagi, pembullyan (juga tidak ada)," ungkap dia.

Baca juga: Buntut Taruna Tewas Dianiaya Senior, Direktur STIP Jakarta Dibebastugaskan

Anandita masih belum kuat membicarakan kepergian kakaknya yang dikenang selalu pengertian dan perhatian itu.

Namun, dia tampak mulai berpikir ulang untuk menempuh pendidikan di STIP setelah adanya kasus kekerasan hingga merenggut nyawa kakaknya.

"Sebelumnya pengen (ikut) kak Rio, cuma sekarang masih pikir-pikir," kata Anandita.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, memastikan Anandita yang masih duduk di kelas X SMAN 2 Semapura, Klungkung, akan mendapatkan beasiswa ke STIP.

Menurut Budi, beasiswa ini sebagai salah bentuk tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan terhadap keluarga korban.

"Bisa dipastikan Anandita itu akan mendapatkan beasiswa dari Kementerian Perhubungan sehingga dia selesai dari kegiatan sekolah di tingkat vokasi. Bisa di Jakarta, bisa di Bali," kata Budi.

Sebagai informasi, Putu tewas dianiaya seniornya bernama Tegar Rafi Sanjaya (21) pada Jumat (3/5/2024).

Tegar menilai Putu kurang sopan karena masuk ke dalam kelas-kelas dengan mengenakan baju olahraga.

Akhirnya, Tegar membawa Putu bersama keempat temannya ke toilet pria yang berada di lantai dua kampusnya.

Di sana, Tegar memukul Putu sebanyak lima kali di bagian ulu hati sampai terkapar dan lemas. Tegar juga menarik lidah Putu sampai jalur pernapasannya tertutup dan tewas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubernur Bali soal Penindakan WNA Nakal: Kami Ingin Tidak Setengah-setengah

Pj Gubernur Bali soal Penindakan WNA Nakal: Kami Ingin Tidak Setengah-setengah

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 14 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 14 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
WN Australia di Bali yang Terima Peket Sabu dari Negaranya Tak Ditahan Meski Jadi Terdakwa

WN Australia di Bali yang Terima Peket Sabu dari Negaranya Tak Ditahan Meski Jadi Terdakwa

Denpasar
Korban Tewas Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Bertambah Jadi 7 Orang

Korban Tewas Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Bertambah Jadi 7 Orang

Denpasar
Kronologi WN Asal Pakistan Tipu Kafe di Bali dengan Bukti Transfer Palsu Total Rp 29,8 Juta

Kronologi WN Asal Pakistan Tipu Kafe di Bali dengan Bukti Transfer Palsu Total Rp 29,8 Juta

Denpasar
Polisi: WN Inggris Curi Truk di Bali karena Panik dan Merasa Dikejar Orang

Polisi: WN Inggris Curi Truk di Bali karena Panik dan Merasa Dikejar Orang

Denpasar
WNA di Bali 38 Kali Pesan Makanan Pakai Bukti Transfer Palsu, Korban Rugi Rp 29,8 Juta

WNA di Bali 38 Kali Pesan Makanan Pakai Bukti Transfer Palsu, Korban Rugi Rp 29,8 Juta

Denpasar
Kakak Adik Tewas dalam Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Kakak Adik Tewas dalam Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Denpasar
Korban Tewas Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Bertambah Jadi 5 Orang

Korban Tewas Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Bertambah Jadi 5 Orang

Denpasar
Pria di Jembrana Tewas saat Selamatkan Keponakan yang Coba Bunuh Diri

Pria di Jembrana Tewas saat Selamatkan Keponakan yang Coba Bunuh Diri

Denpasar
Sindikat Penipu Berkedok Jual Ponsel Murah di Surabaya dan Bali Ditangkap

Sindikat Penipu Berkedok Jual Ponsel Murah di Surabaya dan Bali Ditangkap

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Rabu 12 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Rabu 12 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Istri Lettu MHA Mengaku Takut Usai Unggahan Dugaan Perselingkuhan Suaminya Viral di Instagram

Istri Lettu MHA Mengaku Takut Usai Unggahan Dugaan Perselingkuhan Suaminya Viral di Instagram

Denpasar
3 Korban Tewas dalam Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Alami Luka Bakar Lebih dari 70 Persen

3 Korban Tewas dalam Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Alami Luka Bakar Lebih dari 70 Persen

Denpasar
Korban Meninggal akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Bertambah Jadi 3 Orang

Korban Meninggal akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali Bertambah Jadi 3 Orang

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com