Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atur Pengiriman 58.799 Pil Ekstasi dari Penjara, Napi Narkotika di Buleleng Dituntut Hukuman Mati

Kompas.com - 05/03/2024, 18:16 WIB
Hasan,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BULELENG, KOMPAS.com - Seorang terdakwa perkara narkotika di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, bernama I Dewa Gede Krisna Paranata alias Ode dituntut, hukuman mati setelah ditangkap karena mengatur pengiriman 58.799 butir pil ekstasi.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Ida Bagus Alit Ambara Pidada menyatakan, tunutan itu dibacakan jaksa penuntut umum dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Buleleng, Selasa (5/3/2024).

"Terdakwa I Dewa Gede Krisna Paranata alias Ode dituntut pidana mati," ujarnya, Selasa dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Putus Cinta, Motif WN Rusia di Bali Mengamuk di Restoran Pakai Kapak

"Hal yang memberatkan tuntutan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah pemberantasan narkotika dan terdakwa sudah pernah dihukum dalam perkara yang sama selama 20 tahun," lanjut dia.

Perkara ini ditangani tiga orang penuntut umum (JPU) Kejari Buleleng yakni Kadek Adi Pramarta, Isnarti Jayaningsih, dan Made Heri Permana Putra.

Sidang dipimpin majelis hakim dengan hakim ketua I Made Bagiartha, dan hakim anggota Made Hermayanti Muliartha dan Pulung Yustia Dewi.

Selain terdakwa Ode, jaksa juga menuntut dua orang terdakwa lainnya bernama I Gusti Ngurah Bagus Tri Adhi Putra alias Pongek, dan Dewa Alit Krisna Meranggi Putra.

"Terhadap terdakwa I Gusti Ngurah Bagus Tri Adhi Putra dan terdakwa Dewa Alit Krisna Marangi Putra oleh jaksa masing-masing dituntut dengan pidana penjara seumur hidup," kata Alit.

Jaksa menyatakan ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dalam dakwaan kesatu.

Ia mengungkapkan, kasus ini berawal saat terdakwa Ode dihubungi melalui telepon oleh seseorang bernama Mantik. Terdakwa Ode diminta mencarikan orang untuk mengambil mobil yang berisi paket pil ekstasi di Kota Denpasar.

"Terdakwa Ode saat itu sedang menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas IIB Singaraja," kata Alit.

Terdakwa Ode menghubungi terdakwa I Gusti Ngurah Bagus Tri Adhi Putra alias Pongek dan meminta mengambil paket ekstasi tersebut serta berjanji akan memberikan upah.

Terdakwa Pongek selanjutnya menghubungi saksi Bimantha Wijaya alias Bimbim. Saksi diminta mengambil mobil Toyota Agiya warna putih bernopol F 1741 AE di Sunset Road, Kota Denpasar.

"Saksi tidak mengetahui jika di dalam mobil tersebut terdapat paket narkotika," ucapnya.

Baca juga: WN Rusia di Bali Mengamuk dan Rusak Restoran Pakai Kapak

Saksi Bimbim menyerahkan mobil itu pada terdakwa Pongek yang kemudian menyerahkannya kembali kepada terdakwa Dewa Alit Krisna Meranggi Putra di Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng.

Dari penangkapan terhadap para terdakwa, diamankan 1 unit mobil Toyota Agiya putih bernopol F 1741 AE. Pada jok belakangnya ditemukan 1 koper berisi paket pil ekstasi dengan total 58.799 butir.

"Koper itu berisi 5 buah plastik berisi tablet warna biru diduga ekstasi dengan jumlah 29.733 butir dan 5 buah plastik berisi tablet warna orange diduga ekstasi 29.066 butir," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ledakan Keras Terjadi di Outlet Laundry Denpasar, 3 Orang Terluka

Ledakan Keras Terjadi di Outlet Laundry Denpasar, 3 Orang Terluka

Denpasar
Baku Hantam gara-gara Utang, 5 Pria di Bali Jadi Tersangka

Baku Hantam gara-gara Utang, 5 Pria di Bali Jadi Tersangka

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Kru Event Organizer di WWF Bali Curi Vespa Milik Temannya Sendiri

Kru Event Organizer di WWF Bali Curi Vespa Milik Temannya Sendiri

Denpasar
Karyawan di Bali Mengaku Dianiaya 2 WNA, Diperas Rp 400 Juta dan Mobil Disita

Karyawan di Bali Mengaku Dianiaya 2 WNA, Diperas Rp 400 Juta dan Mobil Disita

Denpasar
Anak di Karangasem Bali Diduga Aniaya Ibunya yang Lumpuh

Anak di Karangasem Bali Diduga Aniaya Ibunya yang Lumpuh

Denpasar
Istri Perwira TNI yang Unggah Dugaan Perselingkuhan Suami Menangis Saat Praperadilannya Ditolak

Istri Perwira TNI yang Unggah Dugaan Perselingkuhan Suami Menangis Saat Praperadilannya Ditolak

Denpasar
Kakak Adik Yatim Piatu Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan Tukad Bangkung Bali

Kakak Adik Yatim Piatu Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan Tukad Bangkung Bali

Denpasar
Diduga Racuni Anjing dan Jual Dagingnya, Pasutri di Buleleng Ditangkap Warga

Diduga Racuni Anjing dan Jual Dagingnya, Pasutri di Buleleng Ditangkap Warga

Denpasar
BIBU Lobi Prabowo-Gibran Wujudkan Bandara Bali Utara di Atas Laut

BIBU Lobi Prabowo-Gibran Wujudkan Bandara Bali Utara di Atas Laut

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Berawan

Denpasar
'Ramp Check' di Objek Wisata, Sejumlah Bus Pariwisata dari Luar Bali Ditemukan Tak Laik Jalan

"Ramp Check" di Objek Wisata, Sejumlah Bus Pariwisata dari Luar Bali Ditemukan Tak Laik Jalan

Denpasar
WN Inggris di Bali Curi Bra Seharga Rp 1,1 Juta untuk Pacarnya

WN Inggris di Bali Curi Bra Seharga Rp 1,1 Juta untuk Pacarnya

Denpasar
Bea Cukai Sita 658. 840 Batang Rokok Ilegal yang Hendak Diedarkan di Bali

Bea Cukai Sita 658. 840 Batang Rokok Ilegal yang Hendak Diedarkan di Bali

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com