Kasus Dugaan Korupsi Upacara Adat Senilai Rp 1 M, Mantan Kadisbud Denpasar Dituntut 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 17/02/2022, 17:47 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Mantan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram dituntut 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Tuntutan itu dibacakan oleh JPU dalam sidang perkara kasus dugaan korupsi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pengadaan aci-aci (upacara adat) dan sesajen senilai Rp 1 miliar.

"JPU menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun terhadap terdakwa I Gusti Ngurah Bagus Mataram," kata Kasi Intel Kejari Denpasar I Putu Eka Suyanta dalam keterangan tertulis, Kamis (17/2/2022).

Baca juga: Hendak Menyalip, Perempuan di Denpasar Tewas Terlindas Truk

Eka menjelaskan, JPU menilai bahwa terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar dakwaan kesatu primair yaitu Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, lanjut Eka, JPU juga menuntut terdakwa dengan pidana denda Rp Rp 300.000.000 subsidair 6 bulan kurungan dengan pidana serta tambahan uang pengganti sebesar Rp 1.022.258.750 subsidair 1 tahun penjara.

Dalam kasus korupsi ini, terdakwa telah membayar uang penganti Rp 125.686.500.

Sementara itu, sisa uang pengganti berasal dari hasil sitaan dari pihak lain senilai Rp 80.000.000 dan Rp 816.572.250. Uang tersebut disetor sebagai kas negara.

"Pertimbangan Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya yaitu terdakwa telah memenuhi unsur-unsur sebagaimana dengan pasal yang dibuktikan, sesuai dengan fakta hukum yang diperoleh di persidangan," tuturnya.

Baca juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Jadi Bandara Penghubung Saat MotoGP

Sebelumnya, dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Mataram terjadi pada 2019 hingga 2021.

Mataram merupakan pembuat anggaran (PA) sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) pada kegiatan pengadaan barang jasa aci-aci dan sesajen untuk desa adat.

Dana yang digunakan bersumber dari bantuan keuangan khusus (BKK) Provinsi Bali dan BKK Kota Denpasar 2019 dan 2020 pada Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

Modusnya dengan mengalihkan kegiatan dari pengadaan barang jasa menjadi penyerahan uang yang disertai adanya pemotongan bagi fee rekanan.

Baca juga: Curi Uang yang Disakralkan di Pura Senilai Rp 35 Juta, 4 Tukang Bangunan di Bali Ditangkap Polisi

Di samping mengalihkan kegiatan dari pengadaan barang atau jasa disertai adanya pemotongan bagi fee rekanan, Mataram selaku PPK juga tidak membuat rencana umum pengadaan.

Terdakwa juga memecah kegiatan dan melakukan penunjukan langsung tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan pembuatan dokumen pengadaan fiktif.

Akibat perbuatan Mataram tersebut, terdapat potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp 1 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjerat Utang Pinjol Rp 3,5 Juta, Pria di Bali Curi Sepeda Motor Teman

Terjerat Utang Pinjol Rp 3,5 Juta, Pria di Bali Curi Sepeda Motor Teman

Denpasar
56 Kios di Pasar Mengwi Bali Hangus Terbakar, Kerugian Rp 4 Miliar

56 Kios di Pasar Mengwi Bali Hangus Terbakar, Kerugian Rp 4 Miliar

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 30 November 2022 : Pagi dan Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 30 November 2022 : Pagi dan Malam Berawan

Denpasar
1.331 Kendaraan Listrik Saat KTT G20 Dikembalikan ke Perusahaan

1.331 Kendaraan Listrik Saat KTT G20 Dikembalikan ke Perusahaan

Denpasar
Kecelakaan Saat Pulang Sekolah, Pelajar di Buleleng Tewas

Kecelakaan Saat Pulang Sekolah, Pelajar di Buleleng Tewas

Denpasar
Daftar UMP 2023 di Bali, NTB, dan NTT

Daftar UMP 2023 di Bali, NTB, dan NTT

Denpasar
Kakek 62 Tahun di Denpasar Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa di Mobil, Ini Kata Polisi

Kakek 62 Tahun di Denpasar Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa di Mobil, Ini Kata Polisi

Denpasar
Bobol Toko, Residivis Spesialis Rumah Kosong di Buleleng Ditangkap Polisi

Bobol Toko, Residivis Spesialis Rumah Kosong di Buleleng Ditangkap Polisi

Denpasar
UMK Buleleng Diusulkan Naik 6,8 Persen Jadi Rp 2,7 Juta

UMK Buleleng Diusulkan Naik 6,8 Persen Jadi Rp 2,7 Juta

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 29 November 2022 : Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 29 November 2022 : Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Denpasar
Ngurek, Ritual Ekstrem di Bali yang Sakral Sekaligus Menegangkan

Ngurek, Ritual Ekstrem di Bali yang Sakral Sekaligus Menegangkan

Denpasar
WN Belanda di Bali Kaget Terima Surat Tilang Elektronik, padahal Mobil Sudah Dijual 5 Tahun Lalu

WN Belanda di Bali Kaget Terima Surat Tilang Elektronik, padahal Mobil Sudah Dijual 5 Tahun Lalu

Denpasar
Dinilai Korupsi Rp 1,7 Miliar, Petugas Kredit Bank di Badung Dituntut 7 Tahun Penjara

Dinilai Korupsi Rp 1,7 Miliar, Petugas Kredit Bank di Badung Dituntut 7 Tahun Penjara

Denpasar
Banyu Pinaruh, Makna dan Waktu Pembersihan Diri Setelah Saraswati

Banyu Pinaruh, Makna dan Waktu Pembersihan Diri Setelah Saraswati

Denpasar
Polisi Bali Sita 2.000 Pil Ekstasi dan 1 Kg Sabu, Hendak Diedarkan Saat Pesta Akhir Tahun

Polisi Bali Sita 2.000 Pil Ekstasi dan 1 Kg Sabu, Hendak Diedarkan Saat Pesta Akhir Tahun

Denpasar
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.