Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perempuan di Bali Gelapkan 12 Mobil Rental demi Gaya Hidup Mewah

Kompas.com - 06/04/2023, 14:12 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Andi Hartik

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali menangkap seorang perempuan, berinisial NPA, karena diduga menggelapkan dan menjual 12 unit mobil rental.

Saat diperiksa, NPA mengaku mendapatkan uang Rp 3,5 miliar dari hasil penggelapan mobil. Uang itu digunakan untuk biaya bergaya hidup mewah.

"Setelah didalami penyidik terkait hasil kejahatan, rata-rata untuk gaya hidup yang bersangkutan, agak high-lah, menengah ke atas. Mulai dari gonta-ganti kendaraan, tempat tinggal mewah di kos-kos elit dan sebagainya," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Suratno pada Kamis (6/4/2023).

Baca juga: Presiden Jokowi soal Koster Tolak Kontingen Israel di World Beach Games Bali: Saya Belum Dapat Laporan

Suratno mengatakan, para korban rata-rata masuk dalam jeratan pelaku karena terbuai dengan paras dan penampilannya yang cukup meyakinkan.

Adapun para korban yang mobilnya telah dijual oleh pelaku yakni, I Ketut Catur Udaya dengan kerugian satu unit mobil Inova Reborn senilai Rp 350 juta, dan Muhamad Reza dengan kerugian satu unit mobil Pajero Sport senilai Rp 400 juta.

Baca juga: Viral Video WNA Kendarai Motor Pelat Merah di Bali, Kades Minta Maaf

Berikutnya, Kadek Widhi Afriyana Putra dengan kerugian satu unit mobil KIA dan satu unit mobil Honda Jazz dengan total kerugian Rp 403.400.000, dan Afriansyah dengan kerugian dua unit mobil merek Wuling Convero senilai Rp 500 juta.

Sisanya, mobil-mobil rental tersebut dibuat jaminan untuk meminjam uang.

Pelaku tercatat meminjam uang kepada pelapor Ismahwati dan I Made Dwi Arimbawa, masing-masing sebesar Rp 140 juta, Erieka Budi Nugroho Rp 160 juta, dan Toni Arifin sebesar Rp 175 juta.

Berikutnya, Siti Mahmudah dengan modus meminjam uang dengan jaminan sertifikat palsu berupa Surat Hak Milik (SHM) tanah dengan kerugian sebesar Rp 710 juta.

"Orang-orang akan terperdaya dengan tampilan yang bersangkutan karena secara profil tidak mengira (penipu), ada pesonanya lah, enggak mengira kalau mbaknya melakukan serangkaian tipu muslihat. Termasuk supaya menyakinkan korban bahwa mobilnya baru, pelaku menganti pelat kendaraan yang relatif baru, padahal mobil rental," kata dia.

Halaman:


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Denpasar
147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Denpasar
WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

Denpasar
Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Polisi Gerebek 'Apotek' Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Polisi Gerebek "Apotek" Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Denpasar
Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Denpasar
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Denpasar
Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Denpasar
11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

Denpasar
Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com