Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Detik-detik Lift Resor di Ubud Bali Jatuh Diduga karena Tali Putus, 5 Karyawan Tewas

Kompas.com - 02/09/2023, 05:55 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Lima orang dinyatakan tewas setelah sebuah lift atau gondola jatuh di salah satu resor di Kabupaten Gianyar, Bali ada Jumat (1/9/2023) sekitar pukul 13.00 WIB.

Para korban adalah karyawan resor di Banjar Kedewatan Let, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Dari hasil olah TKP, insiden tersebut terjadi diduga akibat tali seling yang terbuat dari baja putus hingga tabung lift terjun bebas pada kemiringan 35 derajat.

Lift tersebut biasanya digunakan oleh tamu dan karyawan sebagai sarana untuk mengakses area resor yang dibangun di atas tebing.

Panjang rel lift tersebut sekitar 60 meter dengan kemiringan lift 35 derajat dan ketinggian 100 meter.

Baca juga: Lift Resort di Bali Jatuh Sebabkan 5 Orang Tewas, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian Manajemen

Saat kejadian, kelima korban naik lift. Beberapa waktu kemudian, lift tersebut berjalan.

Namun, ketika lift hendak mencapai puncak, sejumlah saksi mendengar suara teriakan serta suara benturan di area lobi.

Para karyawan pun berlari keluar dan menemukan tali seling putus. Sementara lift dan korban terempas dari rel.

Para saksi menemukan korban tergeletak di dekat lift dalam kondisi bersimbah darah.

Kapolsek Ubud Kompol I Made Uder membenarkan kejadian tersebut.

"Lima orang korban hendak naik ke atas dengan menaiki lift dengan posisi berdiri, selanjutnya lift naik ke atas. Namun, saat itu saksi mendengar ada suara teriakan dan suara yang sangat keras seperti ada benda terjatuh dan terbentur," kata dia, Jumat.

Baca juga: Tabung Lift Meluncur Usai Tali Putus, 5 Karyawan Resort di Bali Tewas

Menurutnya, ada dugaan kelalaian dari pihak manajemen.

"Tidak menutup kemungkinan ada faktor kelalaian dari pihak manajemen maupun dari teknisi tidak memeriksa secara teliti kondisi lift tersebut maupun melakukan perawatan secara kontinu serta kurangnya safety dengan kondisi TKP sangat curam," tambah dia.

Dikutip dari Tribun Bali, di pintu gerbang resor, para karyawan di lobi terlihat murung. Bahkan, ada yang duduk lemas di pojokan, sedangkan yang lain saling menenangkan.

Kapolsek Ubud Kompol I Made Uder mengatakan, pihak kepolisian kesulitan meminta keterangan pada karyawan.

"Mereka masih syok, belum ada yang bisa memberikan keterangan, karena kejadian terjadi sangat tidak terduga," ujarnya.

Adapun korban yang tewas dalam kecelakaan kerja tersebut yakni dua orang laki-laki, Sang Putu Bayu Krisna (19) dan I Wayan Aries Setiawan (23).

Baca juga: Penanggung Jawab Renovasi Jadi Tersangka Lift Sekolah Anjlok yang Tewaskan 7 Orang

Selain itu, tiga orang perempuan yakni Ni Luh Superningsih (20), Kadek Hardiyanti (24), dan Kadek Yanti Pradewi (19).

"Orangnya masih muda-muda, semuanya di bagian housekeeping, statusnya pegawai DW (daily worker)," ujar seorang karyawan setempat setelah berhasil menenangkan dirinya.

Resort ada sejak 8 tahun lalu

Jero Bendesa Kedewatan, I Nyoman Sudiana mengatakan, resort tersebut telah beroperasi hampir delapan tahun. Sementara penggunaan lift terbuka tersebut sudah sejak lima tahun lalu.

Menurutnya hubungan antara resort dan desa adat terjalin baik. Karena itu ia tahu bahwa sebelumnya lift tersebut tak pernah bermasalah.

"Baru kali ini ada kejadian seperti ini," ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan pihak resort terkait upakara penyucian wilayah untuk mengindari kejadian serupa.

Baca juga: Pria Obesitas Berbobot 100 Kg di Buleleng Dievakuasi dari Lantai 2 Rumahnya dengan Sky Lift

Selain itu, ia juga akan menyarankan pada pihak resort untuk mengevaluasi kemiringan lift.

"Nanti akan kami minta dievaluasi liftnya. Sebab kemiringannya kan saat ini cukup tajam, hampir 90 derajat dengan ketinggian hampir 100 meter. Jadi cukup riskan," ujarnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Yohanes Valdi Seriang Ginta | Editor : Krisiandi), Tribun-Bali.com

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kala Sandiaga Beri Sinyal Tolak Halus jika Ditawari Kursi Menteri di Kabinet Prabowo...

Kala Sandiaga Beri Sinyal Tolak Halus jika Ditawari Kursi Menteri di Kabinet Prabowo...

Denpasar
Tesla Belum Akan Bangun Pabrik di Indonesia, Luhut Ungkap Alasannya

Tesla Belum Akan Bangun Pabrik di Indonesia, Luhut Ungkap Alasannya

Denpasar
Menteri PAN-RB Janji Tertibkan Sekolah Kedinasan Usai Perundungan di STIP yang Tewaskan Taruna asal Bali

Menteri PAN-RB Janji Tertibkan Sekolah Kedinasan Usai Perundungan di STIP yang Tewaskan Taruna asal Bali

Denpasar
Anak 7 Tahun di Buleleng Jadi Korban Pemerkosaan oleh Tetangganya

Anak 7 Tahun di Buleleng Jadi Korban Pemerkosaan oleh Tetangganya

Denpasar
Siasat WN Ukraina di Bali, Curi Perhiasan Senilai Rp 12 Juta demi Dideportasi ke Inggris

Siasat WN Ukraina di Bali, Curi Perhiasan Senilai Rp 12 Juta demi Dideportasi ke Inggris

Denpasar
Soal Masuk Kabinet Prabowo, Sandiaga Merasa Tak Pantas karena Banyak yang Lebih Berkeringat

Soal Masuk Kabinet Prabowo, Sandiaga Merasa Tak Pantas karena Banyak yang Lebih Berkeringat

Denpasar
Kala Sandiaga Hadiahi Puan Miniatur Banteng Saat WWF Ke-10 di Bali...

Kala Sandiaga Hadiahi Puan Miniatur Banteng Saat WWF Ke-10 di Bali...

Denpasar
Buka 1,8 Juta Formasi PPPK, Menteri PAN-RB Bantah Ada Unsur Politik

Buka 1,8 Juta Formasi PPPK, Menteri PAN-RB Bantah Ada Unsur Politik

Denpasar
Ratusan Wisatawan Mancanegara Santap Olahan Ikan Gratis di Lovina Bali

Ratusan Wisatawan Mancanegara Santap Olahan Ikan Gratis di Lovina Bali

Denpasar
Puan Soroti Timpangnya Anggaran untuk Senjata dan Air, Ada Misalokasi Anggaran

Puan Soroti Timpangnya Anggaran untuk Senjata dan Air, Ada Misalokasi Anggaran

Denpasar
Disambut Jokowi di 'Gala Dinner' WWF Bali, Puan: Pertemuan yang Ditunggu

Disambut Jokowi di "Gala Dinner" WWF Bali, Puan: Pertemuan yang Ditunggu

Denpasar
Elon Musk di Pembukaan WWF Bali: Alien Mungkin Menamai Kita Air

Elon Musk di Pembukaan WWF Bali: Alien Mungkin Menamai Kita Air

Denpasar
Di Depan Delegasi WWF,  Jokowi Sebut Petani Kecil Rentan Alami Kekeringan di Tahun 2050

Di Depan Delegasi WWF, Jokowi Sebut Petani Kecil Rentan Alami Kekeringan di Tahun 2050

Denpasar
Buka WWF Ke-10 di Bali, Jokowi Kenalkan Prabowo kepada Delegasi

Buka WWF Ke-10 di Bali, Jokowi Kenalkan Prabowo kepada Delegasi

Denpasar
Hilang 2 Hari, Kakek di Buleleng Ditemukan Tewas di Dasar Sungai

Hilang 2 Hari, Kakek di Buleleng Ditemukan Tewas di Dasar Sungai

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com