Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teka-teki Pembuang 24 Kg Limbah Medis di Buleleng

Kompas.com - 14/11/2023, 09:29 WIB
Hasan,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

BULELENG, KOMPAS.com - Sekitar 24 kilogram limbah bahan berbahaya beracun (B3) atau limbah medis dibuang di dekat Monumen Tugu Tiga, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinisi Bali.

Polisi kini tengah menyelidki pelaku yang membuang puluhan kilogram limbah medis yang terdiri dari jarum suntik dan obat kedaluwarsa tersebut.

Baca juga: 24 Kilogram Limbah Medis Dibuang Sembarangan di Buleleng

Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan limbah itu ditemukan pada Minggu (12/11/2023) dan kini telah diamankan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng.

"Kami masih menyelidiki dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait temuan limbah medis ini," ujarnya saat dikonfirmasi di Buleleng, Selasa (14/11/2023).

Baca juga: Kebablasan saat Belok, WN Ceko Tewas Tertabrak Truk di Buleleng

Ia mengungkapkan, membuang limbah medis sembarangan merupakan pelanggaran hukum dan dapat dijerat dengan pidana khusus.

Sehingga kemungkinan kasus ini akan dilimpahkan ke Unit IV Tindak Pidana Tertentu Polres Buleleng.

Dugaan sementara

Setelah temuan itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Sukasada I. Dugaan sementara, limbah itu diduga dibuang oleh tenaga kesehatan yang membuka layanan medis home care.

Sebab untuk Puskesmas maupun rumah sakit dipastikan sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola limbah medis.

"Jadi kemungkinan limbah ini dibuang oleh bidan atau perawat yang memberikan pelayanan ke rumah-rumah pasien," katanya. 

Agus Dwi menyebutkan limbah itu dibuang dengan cara dimasukan ke dalam karung, lalu dibuang di pinggir jalan. Limbah tersebut diduga dibuang beberapa bulan yang lalu, sebab kondisi karung sudah mulai rusak.

Baca juga: Fakta Petugas RSUD dr Soewandhi Surabaya Curi Limbah Medis, Berawal Sakit Hati

Pihaknya pun akan menyelidiki bidan dan perawat yang ada di sekitar wilayah Kelurahan Sukasada dan ke beberapa desa tetangga seperti Desa Sambangan dan Desa Panji. 

"Kami berencana mengumpulkan dan mendata tenaga kesehatan yang ada di wilayah Kecamatan Sukasada. Akan kami berikan sosialisasi dan pemahaman terkait sampah medis, karena itu harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Tidak boleh dibuang sembarangan," lanjutnya.

Baca juga: RSUD dr Soewandhie Surabaya Buka Suara Terkait Petugas Kebersihan Curi Limbah Medis

Langgar aturan

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto menyampaikan temuan limbah medis sembarangan menjadi bahan evaluasi.

Menurutnya, limbah medis itu bisa sangat berbahaya dan berisiko disalahgunakan.

"Itu sudah masuk melanggar Undang-Undang dan kewenangan ada di pihak berwajib seperti kepolisian yang menindaklanjuti temuan seperti itu," singkatnya.

Baca juga: RSUD dr Soewandhie Surabaya Buka Suara Terkait Petugas Kebersihan Curi Limbah Medis

Sebelumnya, limbah medis berupa jarum suntik bekas hingga obat kedaluwarsa ditemukan dalam sebuah karung dan tercecer pada Minggu (12/11/2023).

Ada sebanyak lima jenis limbah medis yang dibuang di lokasi seperti jarum suntik seberat 1,071 kilogram, kemasan botol obat seberat 23,095 kilogram.

Kemudian kemasan obat campur spluit dalam botol plastik seberat 0,708 kilogram, masker handglove seberat 0,0044 kilogram, dan obat kadaluwarsa seberat 0,0017 kilogram.

"Jumlah totalnya (limbah medis) seberat 24,8801 kilogram. Kemarin sudah kami amankan dan sampah medis ini sudah disegel," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, Gede Melandrat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Wamenkes: Pneumonia Bukan Sesuatu yang Baru, Kita Sudah Mitigasi

Wamenkes: Pneumonia Bukan Sesuatu yang Baru, Kita Sudah Mitigasi

Denpasar
Seekor Biawak Tarik Jasad Bayi Perempuan dari Sungai di Bali

Seekor Biawak Tarik Jasad Bayi Perempuan dari Sungai di Bali

Denpasar
Berkaca dari Erupsi Gunung Marapi, Wapres: Jangan Sampai Ada Bahaya, tapi Tak Ada Peringatan

Berkaca dari Erupsi Gunung Marapi, Wapres: Jangan Sampai Ada Bahaya, tapi Tak Ada Peringatan

Denpasar
Wapres Ma'ruf Amin: Debat Khusus Cawapres Masih Perlu Dilaksanakan

Wapres Ma'ruf Amin: Debat Khusus Cawapres Masih Perlu Dilaksanakan

Denpasar
Wapres Sebut Indeks Reformasi Birokrasi Tinggi tapi Belum Mampu Entaskan Kemiskinan dan Korupsi

Wapres Sebut Indeks Reformasi Birokrasi Tinggi tapi Belum Mampu Entaskan Kemiskinan dan Korupsi

Denpasar
Siswa SMP di Klungkung Bali Curi Uang Rp 127 Juta Milik Paman untuk Beli 23 Anjing Ras hingga Ponsel

Siswa SMP di Klungkung Bali Curi Uang Rp 127 Juta Milik Paman untuk Beli 23 Anjing Ras hingga Ponsel

Denpasar
Menpan-RB Akan Beri Penghargaan Daerah yang Bisa Rampingkan Aplikasi

Menpan-RB Akan Beri Penghargaan Daerah yang Bisa Rampingkan Aplikasi

Denpasar
Menpan-RB: Ke Depan Tiap 3 Bulan Akan Ada Rekrutmen ASN

Menpan-RB: Ke Depan Tiap 3 Bulan Akan Ada Rekrutmen ASN

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 6 Desember 2023 : Pagi Hujan Ringan, Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 6 Desember 2023 : Pagi Hujan Ringan, Malam Berawan

Denpasar
Laporan Perusakan Baliho Ganjar-Mahfud di Jembrana Bali Dicabut

Laporan Perusakan Baliho Ganjar-Mahfud di Jembrana Bali Dicabut

Denpasar
ASN 'Like' Konten Capres-cawapres, Sekda Buleleng: Bisa Langgar Netralitas

ASN "Like" Konten Capres-cawapres, Sekda Buleleng: Bisa Langgar Netralitas

Denpasar
Dinkes Se-Bali Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Penyakit Pneumonia

Dinkes Se-Bali Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Penyakit Pneumonia

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 5 Desember 2023 : Pagi dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 5 Desember 2023 : Pagi dan Malam Hujan Ringan

Denpasar
Sampah Plastik Jadi Ancaman Ekosistem Mangrove di Tahura Ngurah Rai Bali

Sampah Plastik Jadi Ancaman Ekosistem Mangrove di Tahura Ngurah Rai Bali

Denpasar
Pakai Visa Kunjungan untuk Bisnis Properti di Bali, Pasutri WN Australia Dideportasi

Pakai Visa Kunjungan untuk Bisnis Properti di Bali, Pasutri WN Australia Dideportasi

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com