Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/04/2022, 13:13 WIB

BULELENG, KOMPAS.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendesak polisi agar segera menahan ayah yang diduga memerkosa anak kandung di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Sebelumnya, seorang ayah berinisial DPB (45) diduga memerkosa anak kandungnya sendiri yang masih berusia 15 tahun. Aksi bejat itu diduga dilakukan pelaku saat korban tidur.

"Sebagai pelaku, ayah kandung korban terancam 20 tahun penjara. Namun sayang pelaku sampai saat belum ditangkap dan ditahan," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Polisi Periksa Ayah yang Diduga Memerkosa Anak Kandung di Buleleng

Pihaknya menyayangkan pihak kepolisian yang belum menahan pelaku. Menurut Arist, ada kekhawatiran pelaku melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Hal tersebut juga disampaikan oleh ibu korban," ujar dia.

Pihaknya mendukung Polres Buleleng untuk menjerat pelaku dengan Pasal 82 dan 83 UU RI nomor 17 tahun 2016 juncto UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Hal ini demi kepentingan dan keadilan hukum bagi korban yang masih di bawah umur.

Arist menyampaikan, Komnas PA akan segera membentuk Tim Terpadu Perlindungan Anak di Buleleng dan segera mengunjungi korban serta keluarganya. Upaya ini guna mengawal dan memberikan layanan psikologis korban.

"Kami juga mendukung langkah Polres Buleleng untuk segera menangkap pelaku," imbuh Arist.

Baca juga: Trauma, Anak Korban Pemerkosaan Ayah Kandung di Buleleng Diungsikan ke Rumah Aman

Kejadian ini diharapkan menjadi pendorong kuat pemerintah serta pemangku kebijakan dan kepentingan anak di Buleleng.

"Sudah saatnya pemerintah dan pemangku kepentingan anak di Buleleng membangun gerakan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak," katanya.

Tunggu gelar perkara

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya menyebutkan, untuk menahan terduga pelaku, polisi tidak akan gegabah.

Menurutnya, Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng masih berupaya merampungkan proses penyelidikan yang sedang berlangsung, terutama menghimpun keterangan saksi serta barang bukti yang memperkuat dugaan peristiwa pemerkosaan tersebut.

Pihaknya juga perlu melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya atas kasus itu.

"Kami sudah panggil terduga pelaku dan sejumlah saksi. Untuk menahan pelaku kami tidak ingin gegabah namun tetap mempertimbangkan semua aspek," kata Gede Sumarjaya, Selasa.

Baca juga: Ayah Perkosa Anak Kandung di Buleleng, Terbongkar Usai Korban Mengadu ke Ibunya

Sumarjaya mengungkapkan, pihaknya sudah memanggil dan memeriksa terduga pelaku dan saksi korban. Pihaknya juga memeriksa saksi lain yang dianggap mengetahui dugaan peristiwa pemerkosaan itu.

Hasilnya, keterangan saksi semakin menguatkan dugaan adanya peristiwa pemerkosaan.

"Dalam waktu dekat ini kami akan lakukan gelar perkara. Perkembangan penanganan selanjutnya nanti akan kami sampaikan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 27 Januari 2023 : Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 27 Januari 2023 : Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Denpasar
Unggahan Viral Pria di Buleleng Diduga Korban Pembegalan, Polisi: Korban Dianiaya OTK

Unggahan Viral Pria di Buleleng Diduga Korban Pembegalan, Polisi: Korban Dianiaya OTK

Denpasar
Puskesmas di Buleleng Dibobol, Perhiasan Emas Rp 40 Juta Milik Bidan Desa Raib

Puskesmas di Buleleng Dibobol, Perhiasan Emas Rp 40 Juta Milik Bidan Desa Raib

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 26 Januari 2023 : Sepanjang Hari Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 26 Januari 2023 : Sepanjang Hari Berawan

Denpasar
Gunung Batur, Pemilik Geopark Pertama di Indonesia yang Diakui UNESCO

Gunung Batur, Pemilik Geopark Pertama di Indonesia yang Diakui UNESCO

Denpasar
Pemeran Pria dalam Video Mesum Anak di Bali Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara

Pemeran Pria dalam Video Mesum Anak di Bali Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara

Denpasar
Soal Berita WN Australia Dirampok dan Dianiaya di Bali, Polisi: WNA Itu Kecelakaan Tunggal

Soal Berita WN Australia Dirampok dan Dianiaya di Bali, Polisi: WNA Itu Kecelakaan Tunggal

Denpasar
Cegah Rabies, 72.000 Ekor Anjing di Buleleng Divaksin

Cegah Rabies, 72.000 Ekor Anjing di Buleleng Divaksin

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 25 Januari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 25 Januari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Denpasar
Gunung Agung, Gunung Api Tertinggi di Pulau Bali yang Disakralkan

Gunung Agung, Gunung Api Tertinggi di Pulau Bali yang Disakralkan

Denpasar
Perdes Rabies di Buleleng, Pemilik yang Peliharaannya Gigit Warga Wajib Biayai Pengobatan

Perdes Rabies di Buleleng, Pemilik yang Peliharaannya Gigit Warga Wajib Biayai Pengobatan

Denpasar
Vaksinasi Booster Kedua untuk Masyarakat Buleleng Bali Dimulai, Ini Syaratnya

Vaksinasi Booster Kedua untuk Masyarakat Buleleng Bali Dimulai, Ini Syaratnya

Denpasar
Wisatawan China Mulai Kunjungi Destinasi Wisata Tanah Lot Bali

Wisatawan China Mulai Kunjungi Destinasi Wisata Tanah Lot Bali

Denpasar
Setubuhi Anak 16 Tahun, Pria di Buleleng Ditahan setelah Video Mesumnya Beredar

Setubuhi Anak 16 Tahun, Pria di Buleleng Ditahan setelah Video Mesumnya Beredar

Denpasar
Cuci Uang Ratusan Miliar Milik Putri Raja Arab Saudi, Ibu dan Anak di Bali Divonis 19 Tahun Penjara

Cuci Uang Ratusan Miliar Milik Putri Raja Arab Saudi, Ibu dan Anak di Bali Divonis 19 Tahun Penjara

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.