Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Pengadaan Masker Covid-19 Dinsos Karangasem, 2 Rekanan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Kompas.com - 23/11/2022, 14:09 WIB

Atas tuntutan JPU ini, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya masing-masing berniat mengajukan pledoi tertulis, pada sidang selanjutnya, Selasa (29/11/2022).

Kasus ini bermula saat Pemkab Kabupaten Karangasem hendak melaksanakan program antisipasi dan penangganan Covid-19 tahun 2020 dengan nilai anggaran sekitar Rp 3 miliar.

Salah satu strategi untuk menekan kasus Covid-19 adalah memberikan bantuan masker kepada 512.797 masyarakat di 8 kecamatan di Kabupaten Karangasem. Pemkab Karangasem menunjuk Dinsos sebagai penyelenggara acara.

Baca juga: Korupsi Masker di Karangasem Bali, 2 Rekanan Jadi Tersangka dan Ditahan

Dinsos Karangasem mulai melakukan pengadaan masker pada Agustus 2020.

Dalam menjalankan program ini, pejabat Dinsos Karangasem saat itu menunjuk dua perusahaan untuk mengadakan kegiatan masker ini, yakni Duta Panda Konveksi dan Addicted Invaders.

Kedua rekanan tersebut diminta membuat masker skuba warna hitam, ukuran standar, memiliki logo Pemkab Karangasem dengan harga satu masker skuba Rp 5.700.

Duta Panda Konveksi memenuhi permintaan Dinsos Karangasem dengan cara memproduksi masker skuba. Sedangkan Addicted Invaders membeli masker skuba seharga Rp 2.500 di pasar. Lalu menempel logo Pemkab Karangasem di masker.

JPU menilai pengadaan masker tersebut juga bertentangan dengan standar Alat Pelindungi Diri (APD) untuk penanggangan Covid-19 di Indonesia yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 tanggal 9 April 2020. Yakni, tingkat perlindungan untuk masyarakat umum, jenis APD adalah masker kain 3 lapis berbahan katun.

Atas perbuatannya, Nyoman Yessi Anggani selaku Direktur Duta Panda Konveksi meraup keuntungan sebesar Rp 1.531.227.273, dan I Kadek Sugiantara selaku Direktur Addicted Invanders sebesar 1.086.135.234.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi Rp 283 Juta, 2 Pengurus BUMDes di Buleleng Dituntut 4 Tahun Penjara

Korupsi Rp 283 Juta, 2 Pengurus BUMDes di Buleleng Dituntut 4 Tahun Penjara

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 27 Januari 2023 : Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 27 Januari 2023 : Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Denpasar
Unggahan Viral Pria di Buleleng Diduga Korban Pembegalan, Polisi: Korban Dianiaya OTK

Unggahan Viral Pria di Buleleng Diduga Korban Pembegalan, Polisi: Korban Dianiaya OTK

Denpasar
Puskesmas di Buleleng Dibobol, Perhiasan Emas Rp 40 Juta Milik Bidan Desa Raib

Puskesmas di Buleleng Dibobol, Perhiasan Emas Rp 40 Juta Milik Bidan Desa Raib

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 26 Januari 2023 : Sepanjang Hari Berawan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 26 Januari 2023 : Sepanjang Hari Berawan

Denpasar
Gunung Batur, Pemilik Geopark Pertama di Indonesia yang Diakui UNESCO

Gunung Batur, Pemilik Geopark Pertama di Indonesia yang Diakui UNESCO

Denpasar
Pemeran Pria dalam Video Mesum Anak di Bali Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara

Pemeran Pria dalam Video Mesum Anak di Bali Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara

Denpasar
Soal Berita WN Australia Dirampok dan Dianiaya di Bali, Polisi: WNA Itu Kecelakaan Tunggal

Soal Berita WN Australia Dirampok dan Dianiaya di Bali, Polisi: WNA Itu Kecelakaan Tunggal

Denpasar
Cegah Rabies, 72.000 Ekor Anjing di Buleleng Divaksin

Cegah Rabies, 72.000 Ekor Anjing di Buleleng Divaksin

Denpasar
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 25 Januari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 25 Januari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Denpasar
Gunung Agung, Gunung Api Tertinggi di Pulau Bali yang Disakralkan

Gunung Agung, Gunung Api Tertinggi di Pulau Bali yang Disakralkan

Denpasar
Perdes Rabies di Buleleng, Pemilik yang Peliharaannya Gigit Warga Wajib Biayai Pengobatan

Perdes Rabies di Buleleng, Pemilik yang Peliharaannya Gigit Warga Wajib Biayai Pengobatan

Denpasar
Vaksinasi Booster Kedua untuk Masyarakat Buleleng Bali Dimulai, Ini Syaratnya

Vaksinasi Booster Kedua untuk Masyarakat Buleleng Bali Dimulai, Ini Syaratnya

Denpasar
Wisatawan China Mulai Kunjungi Destinasi Wisata Tanah Lot Bali

Wisatawan China Mulai Kunjungi Destinasi Wisata Tanah Lot Bali

Denpasar
Setubuhi Anak 16 Tahun, Pria di Buleleng Ditahan setelah Video Mesumnya Beredar

Setubuhi Anak 16 Tahun, Pria di Buleleng Ditahan setelah Video Mesumnya Beredar

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.