Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siasat WN Ukraina di Bali, Curi Perhiasan Senilai Rp 12 Juta demi Dideportasi ke Inggris

Kompas.com - 20/05/2024, 17:54 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seorang perempuan warga negara Ukraina, berinisial IG (35), dideportasi usai menjalani 4 bulan penjara atas kasus pencurian perhiasan senilai Rp 12 juta di Canggu, Kabupaten Badung, Bali.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Gede Dudy Duwita mengatakan turis perempuan itu bebas dari Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan pada 6 Maret 2024.

Setelah diserahkan ke Imigrasi, IG langsung didetensi (penahanan) di Rudenim Denpasar sembari menunggu proses pendeportasian.

Baca juga: Kopernya Hilang, WN Ukraina Curi 3 Koper Lain di Bandara Ngurah Rai Bali

"IG didetensi selama 74 hari, lantaran dirinya harus menunggu proses penerbitan visa negara Inggris yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat," kata dia dalam keterangan tertulis pada Senin (20/5/2024).

Duwita mengatakan IG dideportasi bersama putrinya melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, dengan tujuan akhir London Gatwick Airport, Inggris, pada Senin dini hari.

Dalam catatan imigrasi, IG bersama putrinya berinisial VK (9), datang berlibur ke Bali menggunakan Visa On Arrival, pada 21 Juli 2023.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 30 Oktober 2023, turis wanita itu terlibat masalah hukum karena nekat mencuri di toko perhiasan di Canggu, Kabupaten Badung, Bali.

Adapun barang yang curi adalah kalung silver beserta liontin, cincin, kaca mata, tempat kaca mata berbahan kulit dengan total kerugian korban senilai Rp 12 juta.

Setelah itu, IG menyerahkan diri kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Canggu dengan harapan segara dideportasi ke Inggris.

Baca juga: Pengacara WN Ukraina Curi 3 Koper di Bandara Ngurah Rai Bali, Mengaku karena Barangnya Hilang

Kepada petugas, IG mengaku dia terpaksa melakukan aksinya karena depresi usai ditipu pihak agensi terkait pengajuan visa ke negara Inggris.

Namun, bukannya dideportasi IG justru mendapat hukuman 4 bulan penjara di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Sedangkan, anaknya dititipkan sementara kepada seorang temannya WNI.

"IG yang telah dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Pungutan Wisman Diusulkan Naik 50 Dolar AS, PHRI: Mereka Bakal Kabur ke Thailand

Denpasar
147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

147 Tersangka Narkoba di Bali Ditangkap dalam 16 Hari

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap karena Narkoba, Pj Bupati: Memalukan

Denpasar
WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

WN Amerika Ditemukan Terluka Parah di Vila Bali, Diduga Gangguan Mental

Denpasar
Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Identitas 17 Korban Tewas akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bali

Denpasar
Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Denpasar Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Denpasar
Polisi Gerebek 'Apotek' Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Polisi Gerebek "Apotek" Sabu di Buleleng, Barang Disuplai Napi Lapas Surabaya

Denpasar
Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Seleksi Turis Asing ke Bali, Tarif Pungutan Wisman Diusulkan Naik Jadi 50 Dolar AS

Denpasar
Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Kepala Desa di Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu

Denpasar
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 17 Karyawan di Bali

Denpasar
Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Polisi Menduga Tukang Oplos Biang Kerok Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bali

Denpasar
11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

11 Jenazah Telantar di Bali Dikremasi, Ada Jasad yang Ditolak Keluarga

Denpasar
Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Pengoplos Elpiji di Bali Beroperasi 2 Bulan, Mengaku untuk Bayar Utang di Bank

Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com